Heboh, Api Muncul di Tengah Persawahan di Indramayu, Ini Sumbernya

Kompas.com - 03/04/2021, 20:16 WIB
Kobaran api di ekplorasi minyak sumur tua zaman Belanda, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). Kobaran api tersebut baru muncul dan meresahkan warga sekitar usai insiden terbakarnya tangki minyak T-103 milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu. (Kompas.com/MOHAMAD UMAR ALWI)Kobaran api di ekplorasi minyak sumur tua zaman Belanda, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/4/2021). Kobaran api tersebut baru muncul dan meresahkan warga sekitar usai insiden terbakarnya tangki minyak T-103 milik PT Pertamina (Persero) RU VI Balongan Indramayu.

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Api tiba-tiba muncul di tengah persawahan di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Kejadian tersebut membuat heboh. Ternyata, api di tengah sawah itu berasal dari sumur tua eksplorasi minyak zaman Belanda.

"Jadi waktu akhir Desember itu sempat keluar semburan tapi berupa lumpur, gas, sama air, namun ini (semburan) berupa api," ujar Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Caya mengungkapkan, kobaran api di sumur eksplorasi minyak zaman Belanda tersebut, bukan milik PT Pertamina (Persero) EP (Eksplorasi dan Produksi), tapi disebut milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca juga: Bupati Indramayu: 700 Warga Mengungsi akibat Kebakaran Kilang Minyak Balongan

"Ini bukan milik PT Pertamina tapi ini milik ESDM, jadi harus digarisbawahi. Ini milik Kementerian ESDM bukan milik PT Pertamina," kata Caya.

Dirinya menuturkan, dugaan sementara penyebab kejadian tersebut karena faktor alam.

Sebab, sumur minyak tersebut berumur tua, yakni eksplorasinya pada masa pemerintahan kolonial Belanda (Hindia Belanda).

"Ini muncul lagi karena pengaruh alam, karena ini sumurnya sumur tua zaman kolonial Belanda. Jadi, waktu akhir Desember itu sempat keluar semburan tapi semburannya waktu itu keluar lumpur, sama gas, sama air," ujar dia.

 

2 minggu keluar api

Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pemerintahan) Desa Sukaperna, Sulkhin Nurdin, mengungkapkan, api tersebut muncul sudah dua minggu lalu dan dibiarkan masyarakat.

Menurutnya hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, kobaran api di sumur eksplorasi tersebut masih menyala dan sedikit berbau gas, jika mendekati lokasi.

Ia juga meminta pemerintah setempat segara menangani.

Baca juga: ASN Ini Raup Rp 569 Juta Setelah Menipu Bisa Fasilitasi Jadi Honorer

"Takut terjadi seperti di Balongan itu, terjadi ledakan kemudian api membesar memberi dampak kepada warga sekitar. Kami mau pemerintah setempat turun tangan," ujar Sulkhin.

Dirinya menambahkan, dari dampak sumur minyak eksplorasi di zaman Belanda tersebut, sawah-sawah milik warga di sekitar lokasi padinya rusak dan gagal panen.

Sebab, bulan ini masyarakat setempat sedang musim panen. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus BST Tersrempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Bus BST Tersrempet KA Bathara Kresna di Solo, Berawal dari Pelanggaran Marka Jalan

Regional
Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Doni Monardo: Kalau Telanjur Mudik Wajib Karantina, Apa Pun Alasannya

Regional
Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Pemulung di Kupang Temukan Jasad Bayi dalam Tumpukan Sampah, Diduga Baru Berusia Sehari

Regional
Pusat Niaga di Bandung Ramai, Wali Kota: Luar Biasa Masyarakat Ini, seperti Tidak Ada Covid-19

Pusat Niaga di Bandung Ramai, Wali Kota: Luar Biasa Masyarakat Ini, seperti Tidak Ada Covid-19

Regional
'Kalau Setiap Ada Forum Pengajian di Kota Pasuruan, Bipang Jangkar Ini Selalu Disuguhkan'

"Kalau Setiap Ada Forum Pengajian di Kota Pasuruan, Bipang Jangkar Ini Selalu Disuguhkan"

Regional
Dijadwalkan Tinjau Pos Penyekatan Hari Ini, Bupati Nganjuk Malah Terjaring OTT KPK

Dijadwalkan Tinjau Pos Penyekatan Hari Ini, Bupati Nganjuk Malah Terjaring OTT KPK

Regional
2 WNA Kru Film Dokumenter Disetop Petugas Pos Penyekatan Mudik di Aceh

2 WNA Kru Film Dokumenter Disetop Petugas Pos Penyekatan Mudik di Aceh

Regional
Takbir Keliling di Surabaya Ditiadakan, Ini Aturan Saat Malam Lebaran

Takbir Keliling di Surabaya Ditiadakan, Ini Aturan Saat Malam Lebaran

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pelayanan Pemerintah Dipastikan Terus Berjalan

Bupati Nganjuk Terjaring OTT, Pelayanan Pemerintah Dipastikan Terus Berjalan

Regional
Kronologi 4 Pria di Sikka Berkelahi, 1 Orang Tewas, Bermula Minum Moke Bersama

Kronologi 4 Pria di Sikka Berkelahi, 1 Orang Tewas, Bermula Minum Moke Bersama

Regional
KPK Lakukan OTT pada Bupati Novi, Sekda Nganjuk: Materinya Saya Belum Tahu

KPK Lakukan OTT pada Bupati Novi, Sekda Nganjuk: Materinya Saya Belum Tahu

Regional
Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Anak Buah Kaget: Minggu Pagi Masih Bekerja

Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, Anak Buah Kaget: Minggu Pagi Masih Bekerja

Regional
Takbir Keliling dan 'Open House' Dilarang di Batam

Takbir Keliling dan "Open House" Dilarang di Batam

Regional
Angka Covid-19 di Kepri Terus Meningkat, Total 12.339 Kasus

Angka Covid-19 di Kepri Terus Meningkat, Total 12.339 Kasus

Regional
Pelaku Penembakan Warga Kupang Ditangkap, Ini Motifnya

Pelaku Penembakan Warga Kupang Ditangkap, Ini Motifnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X