Kompas.com - 25/03/2021, 09:28 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Sekretaris Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI), Guntur Subagja Mahardika mengatakan, pandemi Covid-19 menambah jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Data yang diperoleh, jumlah penduduk miskin di Indonesia menembus angka 26,4 juta dari sebelumnya 24 juta.

"Penambahan penduduk miskin di antaranya karena angka pengangguran korban PHK yang mencapai 10 juta," ujar Guntur dalam video conferencenya, Kamis (25/3/2021).

Selain itu, pandemi juga berdampak pada 64 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Setidaknya, sebanyak 107 juta pekerja UMKM menjadi korban pandemi.

Baca juga: Cerita Deni Rhamdani Menjabat Wabup Tasikmalaya Hanya 42 Hari, Sering Temui Warga Miskin di Daerah Terpencil

Untuk itu, ia meminta lembaga zakat, infaq, sedekah (ZIS) memaksimalkan penyerapan dan penyaluran dana bagi warga terdampak pandemi.

Hal ini sesuai dengan fatwa MUI 2010 lalu. Dana zakat bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Lembaga zakat seperti Rumah Zakat bisa menjadi motor penggerak umat membantu sesama. Potensi zakat di Indonesia itu besar," ucap dia.

Menjawab hal tersebut, di bulan Ramadhan tahun ini, Rumah Zakat menargetkan penyaluran ZIS untuk membantu 1 juta penerima manfaat yang terdampak pandemi, khususnya yang berada di 1.686 Desa Berdaya.

“Itu sesuai fatwa MUI No 23 Tahun 2020, pemanfaatan harta ZIS dapat digunakan untuk penanggulangan wabah Covid-19 dan dampaknya," ungkap CEO Rumah Zakat, Nur Efendi.

Beberapa program lainnya di bulan Ramadhan antara lain Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur’an, Ramadhan Bebas Hutang, dan Janda Berdaya.

Baca juga: Marten Losong, Pensiunan Kepsek SD yang Hibahkan Tanah untuk Puskesmas, Patahkan Anggapan Orang Miskin Tak Boleh Sakit

Program Ramadhan tersebut merupakan program yang cocok untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi di masa resesi.

“Selain itu ada pula program lumbung pangan yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat Indonesia. Saat ini telah ada 19 lumbung pangan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” tutur Nur Efendi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi pada Tanggal Ini, Apa Dampaknya dan Mengapa Bisa Terjadi?

Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi pada Tanggal Ini, Apa Dampaknya dan Mengapa Bisa Terjadi?

Regional
Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Regional
OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

Regional
Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Regional
Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Regional
Danau Tolire Ternate dan Legenda Buaya Putih

Danau Tolire Ternate dan Legenda Buaya Putih

Regional
Cerita Petani Padi hingga Serai Wangi Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi

Cerita Petani Padi hingga Serai Wangi Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sulap Sungai Kumuh Jadi Wisata Gronjong Wariti | Pemilik Ruko Megah Masih Terima Bansos

[POPULER NUSANTARA] Sulap Sungai Kumuh Jadi Wisata Gronjong Wariti | Pemilik Ruko Megah Masih Terima Bansos

Regional
Ketika Makam Korban G-30-S Dirawat oleh Pencari Nomor Togel

Ketika Makam Korban G-30-S Dirawat oleh Pencari Nomor Togel

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 1 Oktober 2022:Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 1 Oktober 2022:Siang Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 1 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 01 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 01 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Regional
DPO Kelompok Teroris MIT Sudah Habis, tetapi Pengamat Menilai Simpatisannya Masih Ada

DPO Kelompok Teroris MIT Sudah Habis, tetapi Pengamat Menilai Simpatisannya Masih Ada

Regional
DPO Teroris Terakhir di Sulteng Tewas Ditembak, Pengamat: Momentum Ini Harus Dimanfaatkan Cepat untuk Deradikalisasi

DPO Teroris Terakhir di Sulteng Tewas Ditembak, Pengamat: Momentum Ini Harus Dimanfaatkan Cepat untuk Deradikalisasi

Regional
Petugas Gabungan Evakuasi Pekerja yang Menjadi Korban Serangan di Teluk Bintuni

Petugas Gabungan Evakuasi Pekerja yang Menjadi Korban Serangan di Teluk Bintuni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.