Bom Bunuh Diri di Stasiun Rusia Tewaskan 16 Orang

Kompas.com - 30/12/2013, 01:33 WIB
Seorang pria menyaksikan rekaman detik-detik ledakan bom setara 10 kilogram TNT oleh perempuan pelaku bom bunuh diri, Minggu (29/12/2013), yang menewaskan 16 orang dan melukai 45 orang di stasiun kota Volgograd, Rusia. VASILY MAXIMOV / AFPSeorang pria menyaksikan rekaman detik-detik ledakan bom setara 10 kilogram TNT oleh perempuan pelaku bom bunuh diri, Minggu (29/12/2013), yang menewaskan 16 orang dan melukai 45 orang di stasiun kota Volgograd, Rusia.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MOSKWA, KOMPAS.com — Aksi bom bunuh diri oleh seorang perempuan di stasiun kereta api Volgograd, Rusia, Minggu (29/12/2013), menewaskan 16 orang. Pelaku diduga "janda hitam".

Perempuan yang sampai sekarang belum diketahui identitasnya itu menarik lepas pemicu bom saat dihentikan polisi karena tak lolos pemeriksaan detektor logam. Saat itu, stasiun penuh sesak oleh orang-orang yang hendak bepergian merayakan tahun baru.

Rekaman kamera di dekat lokasi ledakan memperlihatkan bola api oranye di pintu depan dan jendela batu abu-abu dari gedung berlantai tiga tersebut. Asap pekat membumbung menyusul seiring orang-orang berhamburan di jalanan yang diguyur hujan.

Juru Bicara Komite Investigasi Rusia Vladimir Markin mengatakan, para pejabat telah memulai penyelidikan atas teror paling mematikan di Rusia dalam tiga tahun terakhir ini. "Seorang pengebom bunuh diri mendekati detektor logam, terlihat gugup saat melihat polisi, dan memicu peledak," kata Markin dalam siaran televisi setempat.

Tim medis dan polisi mengatakan, 16 orang tewas dan 45 lainnya terluka akibat ledakan setara 10 kilogram TNT tersebut. Situs lifenews.ru merilis gambar terduga pelaku peledakan yang juga tewas. Situs tersebut kemudian mengidentifikasi perempuan itu sebagai Oksana Aslanova.

Aslanova diduga merupakan salah satu "janda hitam", janda dari para anggota militan yang tewas dalam pertempuran dengan pasukan Rusia di kawasan Kaukasus Utara. Para janda tersebut membalaskan kematian suaminya dengan melakukan serangan yang menyasar warga sipil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X