Kompas.com - 15/06/2013, 21:59 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kontroversi kasus Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo yang divonis mati mendapatkan tanggapan dari Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).  Polda Sulselbar membeberkan fakta penyidikan Polres Tana Toraja yang berkasnya diterima oleh Kejaksaan hingga ke delapan tersangka di vonis oleh pengadilan dengan hukuman yang berbeda.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi Djoko Hartawan, Inspektorat Pengawasan Daerah Kombes Polisi Perwadi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Polisi Endi Sutendi di Polrestabes Makassar, Sabtu (15/06/2013), membeberkan fakta penyelidikan dan penyidikan kepolisian.

Djoko mengemukakan motif pembunuhan terhadap Andrias Pandin (38) bersama istri, Martina La'biran (33) dan anaknya Israel (8) adalah perebutan harta warisan sehingga menimbulkan dendam. Ketiga korban dibunus pada 23 Desember 2005 di kampung Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Djoko mengatakan, Ruben Pata Sambo bersama anaknya Markus Pata Sambo alias Edi dan Budianto Tian alias Budi berkumpul di rumah Ruben pada 21 Desember 2005 merencanakan pembunuhan Andrias.

"Ketiganya merencanakan pembunuhan terhadap Andarias Pandin beserta istri dan anaknya. Ruben memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Agustinus untuk mencari eksekutor lainnya. Apabila berhasil, Ruben menjanjikan uang sebesar Rp 2 Juta kepada setiap eksekutor. Adapun alasan Ruben menyuruh orang membunuh korban, karena Andarias menguasai tanah dan rumah adat Tongkonan. Menurut Ruben, yang berhak mewarisi dan lebih berhak adalah dirinya yang menempati rumah tersebut. Bukannya korban yang hanya selaku penjaga rumah," papar Djoko.

Saat kejadian, 23 Desember 2005, tujuh pelaku yang terdiri dari Petrus Tadan alias Tato, Agustinus Sambo alias Markus Herman, Yulianus Maraya alias Ateng, Markus Pata Sambo alias Edi, Martinus Pata Sambo, Budianto Tian alias Budi dan Juni,  mendatangi rumah korban di Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Toraja.

Mereka menjemput satu persatu korban kemudian dibawa ke Kampung Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Toraja. Korban Andrias Pandin pertama kali dijemput dan dibunuh dengan cara ditusuk pada bagian pinggang, paha diiris serta leher dibacok parang yang dilakukan secara bergantian oleh ketujuh tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada hari yang sama, sebut Djoko, Martina La'biran juga dijemput oleh Agustinus menggunakan motor korban Andrias. Ia mengatakan bahwa suaminya sedang sakit. "Tanpa curiga, Martina mengikutinya dan dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) di kampung Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja," katanya.

Di TKP, Martina kemudian diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku. "Setelah diperkosa, korban kemudian dibunuh dengan cara menggorok lehernya, menusukkan parang ke dalam kemaluan korban yang kemudian ditarik sampai ke atas perut sehingga mengakibatkan luka robek dari kemaluan sampai pusar. Tubuh korban dibuang kejurang sedalam tiga meter," ungkapnya.

Keesokan harinya, sambung Djoko, Sabtu 24 Desember 2005,  Agustinus dan Markus menjemput anak korban Andrias, Israel (8) dengan menggunakan motor yang sama menuju ke daerah Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Setibanya disana, korban Israel langsung dipukul pada bagian kepala oleh Agus sehingga terjatuh. Saat itu pula, Markus menginjak leher korban Israel secara bergantian yang kemudian tubuhnya dibuang ke jurang sedalam 100 meter.

"Berkat kuasa Allah, seminggu kemudian secara kebetulan mayat korban ditemukan oleh kernet mobil truk yang berniat mengambil ban mobil yang terjatuh ke dalam jurang tersebut. Dimana keberadaan ban tersebut dekat dengan mayat korban. Semua tersangka pembunuhan, eksekutor mengaku disuruh oleh Ruben Pata Sambo," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.