Kompas.com - 14/06/2013, 21:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Jatim menyayangkan absennya anggota Polres Mojokerto, Jawa Timur, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni, pada sidang kode etik yang digelar hari ini, Jumat (14/6/2013). Polda Jatim kembali mengagendakan sidang kode etik pada 3 Juli mendatang.

Dalam sidang tersebut, kata Kabid Humas POlda Jatim AKBP Awi Setiyono, meskipun Briptu Rani tidak datang, Bidang Propam Polda Jatim akan memutuskan nasibnya sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan.

"Kami berupaya mencari Briptu Rani, tetapi pihak keluarga terkesan menyembunyikan," katanya.

Pihak kepolisian juga mengaku memperoleh surat dari pihak rumah sakit Bandung tentang keterangan sakit yang bersangkutan, tetapi ternyata Briptu Rani justru kerap muncul di televisi dan membuat opini memojokkan korps kepolisian.

"Harusnya dia datang dan menyelesaikan masalahnya baik-baik, bukan malah membuat opini yang menyesatkan," tambahnya.

Briptu Rani dinyatakan DPO per 25 April karena sudah 30 hari tidak bertugas tanpa alasan jelas. Kasus yang melibatkan anggota polwan berparas cantik ini kemudian membias dan terus berkembang.

Selain masalah disersi, masalah pelecehan seksual, penggelapan uang, hingga peredaran foto syur disebut-sebut menjadi penyebab hilangnya Rani. Siang tadi, sidang kode etik yang digelar Bidang Propam Polda Jatim tidak dihadirinya. Sidang hanya dihadiri ibu, paman, dan neneknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X