Kompas.com - 14/06/2013, 16:28 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan memasang spanduk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Spanduk tersebut akan dipasang setelah semua kader siap menjelaskan argumen tentang alasan PDI-P melakukan penolakan.

"Next mungkin iya, tetapi itu perlu argumentasi," kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Ketika disinggung langkah yang dilakukan PDI-P sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bambang tak keberatan. "Jadi, nanti memasang dengan cerdas sehingga setiap kader partai bisa jelaskan. Kalau dinilai ikut-ikutan sumonggo saja," ujarnya.

Seperti diketahui, PKS memasang banyak spanduk di berbagai titik yang menyatakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi. Spanduk itu sejalan dengan sikap partai yang tegas berseberangan dengan pemerintah dalam soal harga BBM tersebut.

Sikap penolakan terhadap rencana pemerintah ini juga akan disampaikan kader PDI-P, Ribka Tjiptaning, melalui aksi dengan mengerahkan massa ke Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (19/6/2013) pekan depan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.