Korban Prostitusi Siswi SMP Pernah Diperkosa Ayah Tiri

Kompas.com - 12/06/2013, 20:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Hasil pemeriksaan sementara kepada para korban prostitusi SMP di Surabaya oleh polisi mengungkapkan bahwa sebagian besar para korban memiliki latar belakang masalah keluarga. Hal itu yang mendorong mereka bersedia menjadi anak buah NA (15), siswi SMP yang menjual mereka ke pria hidung belang.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti, Rabu (12/6/2013), mengatakan, secara materi, mereka semua hampir berasal dari keluarga yang cukup.

"Tapi, karena masalah keluarga, mereka bersedia terjun ke dunia seks bebas," ujarnya.

Hasil pemeriksaan menyebutkan, mereka di antaranya ada yang pernah diperkosa ayah tirinya, ada yang ayah dan ibunya bercerai, konflik keluarga berkepanjangan, serta ada yang memiliki masalah dengan mantan pacarnya.

"Ada yang sudah direnggut kegadisannya oleh mantan pacarnya," tambah Suparti.

Sebanyak 11 pelajar SMP yang masih bebas beraktivitas ini sebelumnya divisum oleh polisi sebagai upaya melengkapi berkas pemeriksaan dan bukti. Sebagian dari mereka diciduk saat beroperasi di sebuah hotel di Jalan Darmokali, Surabaya, pekan lalu.

Mereka dijual oleh NA, pelajar kelas III SMP swasta, yang sudah beroperasi sejak enam bulan terakhir. NA menawarkan para korbannya kepada pria hidung belang melalui fasilitas telepon dan pesan elektronik. Harga yang ditawarkan pelaku dari Rp 750.000 hingga Rp 1 juta untuk sekali kencan jangka pendek. Dari transaksi itu, pelaku mendapat imbalan sebesar Rp 250 ribu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.