Kompas.com - 11/06/2013, 13:37 WIB
|
EditorTri Wahono

AMBON, KOMPAS.com - Hari pemungutan suara pemilihan umum Bupati/Wakil Bupati Maluku Tenggara yang sedianya dilaksanakan Selasa (11/6/2013) bersamaan dengan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Maluku ditunda. Sampai kapan penundaan dilakukan, masih dibahas oleh pihak-pihak penyelenggara pemilu di Maluku.

"Penundaan diputuskan karena kotak suara di sedikitnya 60 tempat pemungutan suara sudah dibuka sebelum waktunya. Kotak suara dibuka petugas KPPS kemarin sore padahal seharusnya dibuka saat hari pemungutan suara dengan disaksikan saksi dan panitia pengawas pemilu," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu Maluku Tenggara Maks Lefteuw, saat dihubungi dari Ambon, Selasa.

Telah dibukanya kotak suara membuat lima dari enam pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Maluku Tenggara menginstruksikan seluruh simpatisannya untuk tidak memilih dan mendesak KPU Maluku Tenggara untuk menunda pemungutan suara. Mereka curiga ada kecurangan yang dilakukan petugas KPPS yang secara sepihak membuka kotak suara itu.

Adapun satu pasangan calon yang tidak terlibat adalah pasangan Andreas Rentanubun-Yusuf Serang. Keduanya merupakan incumbent, Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara.

Selain itu, yang menjadi pertimbangan penundaan adalah adanya surat suara yang sudah dicoblos padahal sama sekali belum digunakan oleh pemilih.
Ketua KPU Maluku Tenggara Yoseph Renyaan belum bisa dihubungi. Namun Anggota KPU Maluku Musa Toekan mengatakan dibukanya kotak suara sebelum waktunya itu dilakukan petugas KPPS hanya untuk mencek kelengkapan dokumen di kotak suara. Tidak ada surat suara yang dihilangkan atau dirusak oleh petugas KPPS.

"KPU Maluku telah meminta KPU Maluku Tenggara untuk tidak menunda hari pemungutan suara. Kalau ternyata mereka menundanya berarti mereka tidak mengikuti arahan KPU Maluku," tambahnya.

Dia menegaskan penundaan hari pemungutan suara hanya bisa dilakukan jika ada kerusuhan atau bencana alam.

Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun juga mengatakan bahwa Ketua KPU Maluku Jusuf Idrus Tatuhey telah meminta KPU Maluku Tenggara untuk tetap menggelar pemungutan suara hari ini. "Hal itu dilakukan setelah seluruh kotak suara yang terbuka berikut isinya dikembalikan ke KPU dan ditukar dengan yang baru dan tersegel," tambahnya.

Namun Andreas belum tahu apakah KPU Maluku Tenggara melaksanakan instruksi ini atau tidak.

Antusiasme Warga Berkurang

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.