Tersangka Pemukul Pramugari Dirawat di RS

Kompas.com - 10/06/2013, 13:39 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Tersangka kasus pemukulan pramugari di atas pesawat, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Zakaria Umar Hadi, dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Timah, Pangkal Pinang, sejak Minggu malam.

Kasat Reskrim AKP Alfred J Tilukay, Senin (10/6/2013), membenarkan bahwa tersangka Zakaria dilarikan ke RSBT karena mengeluh sakit. Namun, sakit apa yang dideritanya, Alfred belum mendapatkan keterangan resmi dari dokter. "Tersangkanya kita bawa ke rumah sakit sekitar jam 9 malam. Katanya mengeluh sakit. Tapi sakit apa, kita belum dapat keterangan dari dokter," kata Alfred.

Pantauan di lapangan, Zakaria dirawat inap di Ruang Cendrawasih VIP 1 Rumah Sakit Bhakti Timah. Di depan kamarnya terdapat penjagaan oleh anggota dari Polres Pangkal Pinang. 

Seperti yang telah diberitakan, akibat memukul seorang pramugari Sriwijaya Air, Zakaria terancam hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan penjara. "Kita kenakan tersangka Pasal 351 KUHP dan bisa saja dilakukan penahanan," kata Kabag Ops Polres Pangkal Pinang Kompol AB Arifin, Kamis (6/6/2013) lalu.


Pramugari bernama Nur Febriani melaporkan Zakaria ke polisi setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 078 baru saja mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka, Rabu (5/6/2013) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Insiden tersebut bermula saat pesawat akan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar satu jam sebelumnya. Saat itu, Nur Febriani menegur Zakaria agar segera mematikan ponsel karena pesawat akan segera mengudara.

Setelah pesawat mendarat, Zakaria memukul ke arah bagian belakang leher Nur Febriani dengan koran. Tak terima dengan perlakuan tersebut, Febriani melaporkannya ke polisi. Tersangka mengaku kesal dengan sikap pramugari saat menegurnya sehingga secara spontan melakukan pemukulan.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

    Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

    Regional
    Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

    Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

    Regional
    TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

    TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

    Regional
    Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

    Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

    Regional
    Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

    Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

    Regional
    Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

    Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

    Regional
    Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

    Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

    Regional
    Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

    Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

    Regional
    5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

    5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

    Regional
    Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

    Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

    Regional
    Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

    Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

    Regional
    Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

    Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

    Regional
    Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

    Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

    Regional
    Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

    Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

    Regional
    Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

    Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X