Kompas.com - 08/06/2013, 12:46 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar berpendapat, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terlambat. Seharusnya pemerintah sudah menaikkan harga BBM sejak beberapa tahun lalu.

"Menurut kami, kenaikan harga BBM relatif terlambat," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Harry Azhar Aziz saat diskusi di Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

Harry mengatakan, pihaknya secara rasional menyikapi rencana kenaikan harga BBM saat ini. Jika tidak mendukung kenaikan harga BBM, kata dia, maka parpol membiarkan pemerintah melanggar undang-undang lantaran defisit anggaran akan melampaui batas, yakni tiga persen.

"Pertanyaannya, apakah kita tahan kenaikan harga BBM? Apakah itu strategi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan partai yang lain?" tanya Wakil Ketua Komisi XI DPR itu.

Ketika disinggung sikap Golkar saat pemerintah hendak menaikkan harga BBM tahun 2011, Harry menyebut ketika itu Golkar tidak menolak. Hanya saja, menurut dia, pihaknya memberikan batasan bahwa pemerintah hanya bisa menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia menyentuh 120 dollar per barrel. Kenyataannya, harga minyak tidak menyentuh angka itu.

Harry lalu menyinggung kenaikan harga BBM tahun 2008. Kata dia, harga BBM malah diturunkan kembali menjelang Pemilu 2009. Menurut Harry, tiga kali menurunkan harga BBM dari Rp 6.000 per liter hingga Rp 4.500 per liter yang menyebabkan Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali menjadi presiden pada Pilpres 2009.

"Pak SBY sangat cerdik sekali. Golkar kurang cerdik. Yang umumkan kenaikan harga BBM adalah Pak JK (Jusuf Kalla, ketika itu Wakil Presiden), tapi ketika mengumumkan harga BBM turun Pak SBY. Golkar waktu itu bela pemerintah, tapi yang dibela tidak sadar," kata Harry sambil tertawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

    Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

    Nasional
    Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

    Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

    Nasional
    Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

    Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

    Nasional
    Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

    Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

    Nasional
    Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

    Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

    Nasional
    Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

    Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

    Nasional
    Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

    Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

    Nasional
    PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

    PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

    Nasional
    Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

    Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

    UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

    UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

    Nasional
    Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

    Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

    UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

    UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

    Nasional
    UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.