Kompas.com - 07/06/2013, 13:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOLAKA, KOMPAS.com — Anto (32) yang merupakan warga Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi karena menjadi kurir narkoba jenis sabu. Anto ditangkap di rumah kos miliknya saat hendak menyerahkan sabu senilai Rp 300.000 kepada salah satu karyawan perusahaan tambang di Kolaka.

Namun, polisi tidak menangkap Asriadi Ambo alias Citos (karyawan PT Antam), yang adalah pemesan barang haram tersebut. Menurut Anto, dia menjadi kurir sabu setelah diperintahkan oleh Citos.

Pada saat itu, Anto menolak karena tidak memiliki modal, tetapi sang pemesan tersebut bersikeras untuk dicarikan. "Waktu saya ketemu dengan Citos, dia minta tolong untuk dibelikan satu paket yang seharga Rp 300.000, tapi saya menolak karena tidak punya uang. Dia terus memaksa dan mengatakan kalau masalah uang nanti dia yang tanggung. Saya pun mencarikannya, setelah saya dapat barang itu akan saya serahkan di depan Lapangan Manunggal, tapi Citos menolak. Kemudian kita bergeser ke rumah kos saya. Pas saya serahkan, tiba-tiba polisi masuk dan menangkap saya," cetusnya, Jumat (7/6/2013).

Anto menambahkan, saat proses penangkapan, sabu sudah ada di tangan Citos yang kemudian dilemparkan ke arahnya. "Sebelum polisi masuk, paket itu saya serahkan sama Citos. Bersamaan paket saya serahkan, polisi langsung masuk. Barang itu dilemparkan kembali sama saya, polisi masuk langsung menangkap saya. Sementara Citos tidak ditangkap," tegas Anto.

Sementara itu, tak satu pun dari Satuan Narkoba Polres Kolaka yang bisa memberikan keterangan terhadap masalah ini. Humas Polres Kolaka AKP Nazaruddin membenarkan bahwa kronologi penangkapan seperti apa yang diceritakan oleh tersangka. "Kalau versi dari tersangka memang Citos yang karyawan Antam itu tidak ditangkap. Di berita acara pemeriksaan pun seperti itu. Alasannya, kami belum tahu karena Sat Narkoba pun belum menjelaskan kenapa Citos ini tidak ditangkap," kilah Nazaruddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.