Kompas.com - 06/06/2013, 21:53 WIB
EditorTri Wahono

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Bangka Belitung, yang ditetapkan menjadi tersangka pelaku pemukulan terhadap seorang pramugari maskapai Sriwijaya Air, masih menelepon saat memasuki pesawat. Ia sebenarnya langsung mematikan ponselnya, tetapi keburu ditegur pramugari yang kemudian memicu aksi pemukulan.

"Sebelum kejadiannya, ia menelepon sopir dulu supaya menjemput ke bandara. Kalau nelepon waktu masih menunggu di bandara itu kan biasanya pesawat sering delay. Jadi, biar enggak menunggu, Zak menelepon waktu mau masuk pesawat," kata Ellisa, adik tersangka yang sekaligus menjadi pengacaranya, Kamis (6/6/2013).

Saat berada di dalam kabin pesawat tersebut, Zakaria menelepon sopirnya agar minta dijemput di Bandara Depati Amir. Bila menelepon saat masih menunggu di Bandara Soekarno Hatta, ia khawatir sopirnya menunggu terlalu lama sehingga Zakaria menelepon saat hendak masuk ke pesawat.

Ellisa mengatakan, setelah menelepon menjelang keberangkatan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta, Zakaria langsung mematikan ponsel tersebut. Namun, karena ponsel yang digunakan butuh proses mematikan yang cukup lama ketimbang jenis ponsel umumnya, ada jeda waktu sejak dimatikan sampai layar mati.

"Waktu kita matikan tidak bisa langsung mati. Kan ada jeda waktunya beberapa menit. Mungkin ini yang jadi masalahnya sampai ditegur pramugari," ujarnya.

Teguran tersebut ditanggapi miring oleh tersangka yang menilai sikap pramugari membuatnya kesal. Saat pesawat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka, Zakaria menegur pramugari yang sama dan secara spontan melakukan pemukulan dengan gulungan koran ke bagian leher korban.

Ellisa meyakinkan bahwa pemukulan yang dilakukan oleh kakaknya itu bukan sifat asli pelaku. Ia menceritakan bahwa kakaknya itu awalnya sedang melakukan dinas luar daerah ke Batam. Tiba-tiba, ia mendapat kabar bahwa istrinya masuk rumah sakit dan hendak dioperasi sehingga Zakaria langsung pulang ke Bangka.

"Mungkin kakak saya sedang kalut. Saya kenal dekat dia, bukan tipikalnya main pukul. Ia bisa saja tidak bisa mengontrol emosinya karena baru mendapat musibah. Saat ini istrinya sedang masuk rumah sakit dan hendak dioperasi," kata Ellisa.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X