Kompas.com - 06/06/2013, 20:20 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan warga Dusun Mundu, Kamis (6/6/2013) sekitar pukul 16.30 WIB, melakukan aksi penutupan tempat hiburan live music dangdut Montana di Jalan Perumnas Caturtunggal, Depok, Sleman.

Aksi penutupan itu dilakukan dengan menyegel pintu masuk kafe dan memasang dua spanduk di depan area parkir kafe yang bertuliskan "Warga menolak adanya live music" dan "Kafe sarang premanisme tolak prostitusi".

Tak hanya itu, warga juga membongkar beton saluran air yang menghubungkan jalan raya dengan bangunan kafe Montana. Menurut salah seorang warga, Heri Yunianto, aksi penutupan itu merupakan akumulasi dari kemarahan warga yang selama ini merasa terganggu dengan keberadaan kafe Montana.

"Suara live music yang keras setiap malam membuat warga tidak bisa beristirahat," ungkap Heri saat ditemui di lokasi. Selain suara musik yang bising, Heri menuturkan, warga juga jengah dengan keributan-keributan yang kerap berlanjut sampai di luar kafe, padahal lokasinya dekat dengan permukiman warga.

Menurut dia, pengunjung kafe tersebut selalu pulang dengan keadaan mabuk dan sering kali berujung perkelahian. Heri menjelaskan, pada Senin (3/6/2013), Satpol PP Sleman juga sudah menyegel kafe Montana dengan alasan melanggar Perda No 12/2001 tentang Izin Gangguan, tetapi kafe tetap nekat beroperasi.

"Sudah beberapa kali warga memperingatkan pemilik kafe dan petugas pun sudah melakukan penyegelan, tetapi tetap saja beroperasi. Ya akhirnya sore tadi menjadi puncak kemarahan warga," tegas Heri.

Sementara itu, Kepala Seksi Penegakan Perundangan Satpol PP Sleman Rusdi Rais saat dihubungi mengatakan, izin gangguan (HO) kafe Montana sebenarnya sudah habis sejak 2011. Pihak pengelola tidak pernah mengajukan permohonan perpanjangan izin.

Selain itu, kontrak tanah dengan pihak pemerintah Desa Caturtunggal juga sudah habis sejak 31 Mei 2013. "Aksi penutupan yang dilakukan warga sore tadi tidak salah. Pasalnya, aktivitas usaha kafe tersebut terbukti ilegal," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X