Kompas.com - 04/06/2013, 16:36 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Adi Widjaja membantah pernyataan yang menyebut saksi kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman menginginkan sidang digelar secara telekonferensi.

Adi malah menuding, gagasan itu sebenarnya merupakan keinginan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). "Tidak ada saksi yang menolak (hadir langsung di sidang).Yang keberatan itu LPSK karena ada anggaran untuk pengadaan CCTV," kata Adi yang ditemui usai penandatanganan MoU di Mapolda DIY, Selasa (4/6/2013).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak kurang lebih satu bulan yang lalu LPSK mengajukan usulan ke Mahmakah Agung dan Peradilan Utama Militer agar pemeriksaan saksi kasus Cebongan dilakukan melalui telekonferensi. Alasannya pertimbangan kondisi psikis para saksi yang masih trauma.

Bahkan, saat ini instalasi untuk kepentingan kesaksian dengan telekonferensi tersebut telah terpasang di Lapas Cebongan. 

Dalam penyelenggaraannya, LPSK bekerjasama dengan beberapa pihak antara lain PT Telkom dan Polri. Sebab, Polri merupakan lembaga yang memiliki peralatan telekonferensi paling lengkap.

Keputusan telekonferensi tersebut muncul karena secara hukum sudah ada aturan yang melandasi kesaksian dengan teknologi ini, yakni Pasal 36 Undang-undang No 13 Tahun 2006, yang menyebutkan, LPSK bisa bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.