Kompas.com - 03/06/2013, 02:45 WIB
EditorBenny N Joewono

CILACAP, KOMPAS.com  Arus kendaraan di jalur selatan Jawa Tengah, khususnya ruas Majenang hingga batas Jawa Barat, dilaporkan mengalami kemacetan akibat adanya jalan ambles di Cikukun, Kabupaten Cilacap.

Salah seorang warga Majenang, Yadi (32), Senin (3/6/2013) dini hari, menginformasikan, sebagian badan jalan di ruas Cikukun turun (ambles) pada hari Minggu (2/6/2013) sekitar pukul 23.00 WIB akibat adanya pergeseran tanah.

"Tanahnya bergeser akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah ini sejak Minggu petang hingga malam sehingga sebagian badan jalan ambles," kata dia melalui saluran telepon yang diterima Antara di Cilacap.

Selain itu, kata dia, di sekitar lokasi, juga terdapat retakan-retakan tanah sehingga badan jalan dikhawatirkan semakin ambles. Akibat kondisi tersebut, arus kendaraan yang melintas di ruas Cikukun dari arah Majenang maupun Kota Banjar, Jawa Barat, mengalami kemacetan yang cukup panjang. "Saat ini, petugas memberlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut," katanya.

Sebelumnya, kata dia, di ruas jalan itu, ada dua titik ambles, salah satunya sudah diperbaiki dan yang lainnya masih dalam tahap perbaikan. "Kondisi tanah di ruas Cikukun memang sangat labil sehingga sering ambles kalau terjadi hujan lebat," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Cilacap Edy Gunawan belum bisa dikonfirmasi terkait penanganan ruas jalan yang ambles tersebut.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X