Kompas.com - 31/05/2013, 10:55 WIB
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 400 orang yang tergabung dalam Masyarakat Pengawal Pancasila (MPP) Joglosemar menggelar aksi demo di bundaran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis (31/5/2013).

Dalam aksinya, massa menggunakan kaus berlambang Pancasila, spanduk, dan poster yang menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar negara, bukan pilar kebangsaan.

"Kita mengelar aksi demo untuk mengkritik para pejabat Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) yang selalu mengatakan bahwa Pancasila merupakan pilar kebangsaan," kata Teguh, koordinator aksi Masyarakat Pengawal Pancasila Joglosemar.

Teguh berpendapat, para elite politik di MPR sebagai pejabat negara harus memperbaiki anggapan dan perkataannya. Ia menjelaskan negara ini bukan dibangun berdasarkan golongan, ras, ataupun agama. Pluralisme yang ada di negara ini telah disatukan dengan adanya Pancasila sebagai dasar negara.

"Jadi, Pancasila tidak akan tergantikan dan harus dipertahankan," Teguh menegaskan.

Menurut dia, semua sosialisasi yang menempatkan Pancasila sebagai pilar kebangsaan harus segera dihentikan. "Pancasila sebagai dasar negara adalah harga mati," kata Teguh. 

Pihaknya mengancam akan mendatangi Gedung DPR/MPR di Jakarta jika aspirasi MPP Joglosemar tidak segera di respons. "Empat ribu orang siap datang ke Jakarta untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara," pungkas Teguh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.