Kecurangan UN Diungkap

Kompas.com - 27/05/2013, 03:54 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Koalisi Pendidikan menemukan bukti kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2013 tingkat SMA/SMK/MA beberapa waktu lalu. Bukti kecurangan antara lain berupa satu lembar kunci jawaban. Bukti itu diperoleh dari seorang siswa dari sekolah swasta di Jakarta yang mengadu kepada gurunya.

Temuan ini dipublikasikan Koalisi Pendidikan di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jumat (24/5) lalu. ”Kami juga punya rekaman pengakuan guru-guru yang membenarkan kasus ini,” kata Siti Juliantari Rachman dari ICW.

Menurut Juliantari, penerapan UN memicu sebagian siswa, kepala sekolah, dan guru bertindak curang. Ini karena sekolah yang nilai rata-ratan UN-ya rendah dianggap siswa dan gurunya kurang berprestasi.

”Ini yang memicu kecurangan massal, terstruktur, dan sistemik,” kata Juliantari.

ICW menilai perubahan variasi soal dari lima jenis menjadi 20 jenis tidak lantas menghilangkan kecurangan. Buktinya, masih ditemukan bocoran kunci jawaban di kalangan siswa. ”Jika banyak kecurangan seperti ini, bagaimana validitas hasil UN 2013,” kata Juliantari.

Febri Hendri, peneliti senior ICW, mengatakan, semua bukti akan dibeberkan setelah pelapor mendapat jaminan perlindungan. Untuk itu, pekan depan ICW akan ke Kemdikbud untuk meminta siswa tersebut dilindungi.

Di Malang, Suwarjana, Kepala Bidang Pendidikan SMP, SMA, dan SMK, Dinas Pendidikan Kota Malang, mengatakan, ujian nasional perlu tetap dilakukan untuk mengukur prestasi siswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Jika tidak ada ujian nasional, sistem apa yang bisa digunakan untuk mengukur prestasi siswa atau sekolah?” ujarnya. Meski demikian, ia meminta agar UN terus-menerus diperbaiki walaupun rata-rata nilai UN di Malang terus meningkat.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk menghindari para siswa konvoi dan mencorat-coret pakaian, para siswa diharuskan menggunakan pakaian adat saat pengumuman kelulusan. ”Cara ini lebih mendidik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Guntur Taladjan. (LUK/WER/BAY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.