Lebih Dari 10 Perusahaan Lakukan Pelanggaran Moratorium - Kompas.com

Lebih Dari 10 Perusahaan Lakukan Pelanggaran Moratorium

Kompas.com - 19/05/2013, 09:55 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Lebih dari 10 perusahaan di Kalimantan Tengah dinilai melakukan pelanggaran terhadap penerapan moratorium hutan dan lahan gambut. Berbagai pelanggaran itu merupakan hasil pemantauan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng.

Direktur Eksekutif Walhi Kalteng Arie Rompas di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (19/5/2013), mengatakan, kasus-kasus tersebut didominasi aktivitas perkebunan dan pertambangan. Bentuk pelanggaran misalnya, melakukan aktivitas tidak prosedural.

Sebanyak 10 perusahaan melakukan pelanggaran tersebut. Akan tetapi, persoalan itu tidak ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. Moratorium diterapkan dengan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Instruksi berlaku selama dua tahun yang akan berakhir pada 20 Mei 2013. Pemerintah kemudian memutuskan untuk melanjutkan moratorium selama dua tahun berikutnya. Selama masa moratroium pertama, satu perusahaan juga telah memegang hak guna usaha (HGU) namun belum memiliki proses pelepasan kawasan hutan.

Selanjutnya, satu perusahaan lain sudah memenuhi prosedur namun masih melakukan aktivitas di kawasan gambut. Ditemukan pula satu perusahaan mencaplok kawasan konservasi. " Aktivitas itu berujung pada kerugian negara namun tindakan tegas tak pernah diberikan," ujar Arie.

 


EditorRusdi Amral
Komentar

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X