Kompas.com - 16/05/2013, 17:41 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menggelar rekonstruksi kasus pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran siswi YPPK Maguwoharjo, Sleman, Priya Puspita Restanti (16). Rekonstruksi itu memperagakan 122 adegan pembunuhan sadis yang dilakukan banyak orang itu.

Rekonstruksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 ini dijaga ketat oleh anggota Shabara dan Brimob dengan senjata lengkap. Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengatakan, lokasi pertama adalah rumah kosong di Dusun Kringinan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan Sleman. Rekonstruksi dimulai dari tersangka YN dan korban datang, pesta miras, lalu terjadi pemerkosaan dan pembunuhan. Terakhir, adegan korban dibawa ke lokasi area persawahan untuk dibuang dan dibakar.

"Di Rumah kosong kami melakukan 80 adegan," katanya, Kamis (16/05).

Selesai melakukan rekonstruksi di rumah kosong, polisi memutuskan untuk tidak melanjutkan di lokasi kedua, yaitu tempat jasad korban dibakar, dengan alasan keamanan.

"Kami pindahkan ke lokasi asumsi karena masyarakat sudah berjubel dan ditakutkan akan menganggu jalannya alur rekonstruksi," katanya.

Rekonstruksi akhirnya dipindahkan ke Jalan Tringgodiningrat, Tridadi, Sleman. Di lokasi tersebut, polisi menggelar 42 adegan, mulai dari jenazah korban dibuang, dibakar, serta motor dan baju korban dibuang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin saat ditemui seusai gelar rekonstruksi menjelaskan, total ada 122 adegan yang digelar dari rencana awal 149 adegan.

"Kami gelar yang penting-penting saja untuk menguatkan bukti dan peran setiap tersangka," katanya.

Pada rekonstruksi kedua ini, Briptu HRD yang tidak terlihat di lokasi pertama dimunculkan. Ia melakukan beberapa adegan dengan kawalan ketat anggota Provos Polres Sleman. Rekonstruksi berakhir sekitar pukul 15.00.

Para pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 mengenai Pembunuhan Berencana, Pasal 386 mengenai Pemerkosaan, dan Pasal 365 mengenai Perampasan.

"Selain itu, juga akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.