Upah Buruh Belum Memadai untuk Beli Rumah

Kompas.com - 14/05/2013, 11:32 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

 PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Upah buruh di Kalimantan Tengah belum memadai untuk membeli rumah. Penghasilan buruh untuk mengambil kredit rumah yang sederhana pun belum cukup baik. Beban itu semakin berat untuk para buruh yang bekerja di pedalaman.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalteng, Karliansyah di Palangkaraya, Kalteng, Selasa (14/5), menjelaskan, upah yang dianggap memadai paling tidak sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Adapun upah minimum provinsi (UMP ) Kalteng tahun 2013 sebesar Rp 1,55 juta.

Selain UMP, terdapat upah minimum sektoral provinsi (UMSP) yang dibagi dalam enam sektor. Upah tersebut untuk sektor jasa; pertanian, peternakan, kehutanan, perburuan, dan perikanan; industri pengolahan; serta listrik, gas, dan air sebesar Rp 1,63 juta.

Sementara, UMSP pertambangan dan penggalian; serta bangunan sebesar Rp 1,66 juta. Upah itu belum memadai jika dibandingkan harga rumah. Cicilan rumah murah bersubsidi saja sekitar Rp 800.000 per bulan. Adapun angsuran rumah yang dianggap baik tidak melampaui 30 persen dari total penghasilan.


Jika buruh hendak mengambil kredit rumah, upah minimum belum memadai untuk membayar cicilan sesuai persentase penghasilan yang baik itu. Pengeluaran buruh yang bekerja di pedalaman kian besar karena harga berbagai kebutuhan pokok lebih tinggi.

"Kebutuhan seperti beras saja di Palangkaraya harganya rata-rata Rp 10.000 per kilogram (kg). Di pelosok bisa mencapai Rp 15.000 per kg," ujar Karliansyah.   

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X