Tabrakan Bahuga karena Kesalahan Mualim I

Kompas.com - 08/05/2013, 21:01 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

KALIANDA, KOMPAS.com — Peristiwa tabrakan antara kapal roro KMP Bahuga Jaya dan kapal tangker MT Norgas Cathinka diyakini adalah akibat kesalahan mualim I Bahuga Jaya selain persoalan miskomunikasi dan ketidak-pahaman ketentuan pelayaran.

Hal ini terungkap di dalam sidang vonis kasus tabrakan KMP Bahuga Jaya dan Norgas Cathinka, Rabu (8/5/2013).

Sidang ini mengadili dua awak Norgas Cathinka, yaitu Lat Ernesto Jr (nakhoda) dan Su Ji Bing (mualim I) secara terpisah.

Awalnya akan memutuskan mereka bersalah, di dalam sidang ini, alih-alih para majelis hakim justru berpandangan bahwa tabrakan yang terjadi pada 26 September 2012 silam di Selat Sunda diduga akibat kesalahan mualim I KMP Bahuga Jaya, almarhum Salam Priyono.

Ia turut menjadi korban dalam kecelakaan itu.

"Sesuai Konvensi Internasional Regulations for Preventing Collision at Sea tahun 1972 yang diratifikasi dengan Keppres 50/1979 (Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut), maka dalam kasus itu, semestinya pihak KMP Bahuga Jaya yang tetap lurus pada haluan dan Norgas yang mengubah arah untuk mencegah tabrakan," ujar Afit Rufiadi, ketua majelis hakim kasus ini.

Namun, dari rekaman VDR (voice data recorder), log book (catatan) dari Norgas Cathinka, ditambah keterangan saksi Imam Syafei (juru mudi KMP Bahuga Jaya) diketahui bahwa Salam Priyono tiba-tiba melakukan olah gerak ke kiri sebesar 20 derajat ditambah 35 derajat belok kiri, ketika MT Norgas mulai mendekat.

"Sedangkan, sebelumnya, MT Norgas telah mengambil cikar kanan 12 derajat dilanjutkan belok kanan habis 35 derajat. Akibatnya, kedua kapal bertubrukan dan lambung kanan Bahuga Jaya rusak," ujar Afit.

Kapal ini kemudian oleng 45 derajat karena kemasukan air dan diperburuk oleh bergeraknya muatan kendaraan (karena tidak diikat), sebelum tenggelam.

Di dalam persidangan terungkap pula bahwa tindakan dua nakhoda yang sama-sama melakukan olah gerak ini terjadi karena adanya miskomunikasi.

Beberapa menit sebelum tabrakan, Salam sempat mengontak Bahuga. Namun tidak dijawab. Sebaliknya, seusai tabrakan, justru pihak Norgas yang mengontak Bahuga.

Namun, juga tidak ada jawaban. Pihak Norgas menggunakan bahasa Inggris, sementara Bahuga memakai bahasa Indonesia yang tidak dipahami kru Norgas yang seluruhnya warga asing.

"Kejadian tabrakan kapal juga belum tentu mengakibatkan tenggelam. Dalam kasus ini, selain cuaca, faktor yang mengakibatkan Bahuga tenggelam adalah karena faktor usia kapal dan muatan tidak diikat, seperti yang seharusnya dilakukan dalam ketentuan pelayaran," ujar Afit kemudian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

Regional
Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Regional
Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Regional
Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Regional
Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Regional
Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Regional
5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

Regional
Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X