Kompas.com - 07/05/2013, 09:56 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SAMPANG, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Sampang, Jawa Timur, menerima laporan bahwa 500 warga asal Desa Bluuran, Kecamatan Omben, dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mulai pukul 09.00 WIB, Selasa (7/5/2013), melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Sampang dan Kantor DPRD Sampang.

Wakil Kepala Polres Sampang Komisaris Polisi Alfian Nurrizal mengatakan, massa dari dua kecamatan itu mengendarai sebanyak 20 truk terbuka. Untuk pengamanan massa aksi, semua anggota Polres Pamekasan dikerahkan di dua titik tujuan aksi.

"Selain 400 personel polisi yang kita siagakan, ada 100 pasukan BKO Brimob yang akan ikut mengamankan aksi tersebut lengkap dengan senjatanya," terang Alfian.

Maksud aksi itu, kata Alfian, untuk mempertanyakan penanganan pengungsi Syiah yang sudah berbulan-bulan ditampung di pengungsian gedung olahraga Wijaya, Kota Sampang.

"Untuk mengantisipasi adanya massa yang menuju tempat pengungsian, keamanan juga diperketat di lokasi tersebut," ungkap Alfian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, aksi yang digerakkan sejumlah tokoh masyarakat anti-Syiah itu akan menyampaikan aspirasinya untuk menolak pemulangan warga Syiah ke kediamannya masing-masing di Desa Bluuran dan Desa Karang Gayam. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X