Jokowi Kampanye di Bali Tanpa Surat Cuti

Kompas.com - 06/05/2013, 13:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

DENPASAR, KOMPAS.com — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bali menyatakan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Bali untuk menjadi juru kampanye calon gubernur-calon wakil gubernur Bali nomor urut 1 AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan tak disertai surat cuti.

Sebagai Pejabat Negara, Jokowi harus menyerahkan surat cuti kepada Panwaslu untuk menjadi juru kampanye meskipun pada hari libur.

"Hari Minggu, hari libur, atau hari apa pun, dia adalah pejabat negara, kehadirannya setiap saat oleh publik dipandang sebagai pejabat negara. Kalau cuti di luar tanggungan negara dia bukan pejabat negara pada saat itu," ujar Ketua Panwaslu Bali, I Made Wena saat ditemui di Kantornya, Senin (6/6/2013).

Selain menjadi juru kampanye di lapangan terbuka, Jokowi juga menghadiri debat publik yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional, Sabtu (4/5/2013) lalu. Panwaslu Bali menilai kehadiran Jokowi dianggap menguntungkan salah satu pasangan calon melanggar Pasal 80 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

"Di peraturan perundang-undangan, pejabat negara dilarang membuat tindakan yang dapat menguntungkan salah satu pasangan calon, sesungguhnya kalau dia hadir di situ harus membawa surat cuti, harus dalam posisi cuti," jelas Wena.

Tak hanya, Jokowi, sejumlah Bupati yang hadir dalam debat tersebut juga menjadi sorotan Panwaslu karena tidak menyerahkan surat cuti. Bupati yang diindikasi melakukan pelanggaran adalah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Karangasem Wayan Geredeg, Bupati Bangli Made Gianyar, dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Sepekan Isolasi Mandiri, 14 Warga Positif Covid-19 di Tegal Belum Terima Bantuan

Sudah Sepekan Isolasi Mandiri, 14 Warga Positif Covid-19 di Tegal Belum Terima Bantuan

Regional
Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Bayi Nadine Akhirnya Meninggal, Keluarga Berterima Kasih untuk Pembaca Kompas.com

Regional
Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X