Kompas.com - 05/05/2013, 19:13 WIB
|
EditorPipit Puspita Rini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri, menyerahkan bantuan bagi keluarga Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman yang meninggal terkena awan panas saat Erupsi Merapi 2010. Santunan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan lima korban, almarhum Samiyo, Jupri, Ariyanto, Supriyadi, dan Slamet Ngatiran.

Menurut Mensos, bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan para korban Tagana. "Mereka menyelamatkan ribuan jiwa pengungsi, tanpa memperhitungkan nyawa sendiri. Kami menilai bahwa para relawan adalah pejuang," terang Salim setelah menyerahkan bantuan di Huntap Karangkendal, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Minggu (5/5/2013).

Total bantuan yang diserahkan kepada lima keluarga senilai Rp 18 juta. Masing-masing keluarga mendapatkan santunan Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Selain uang, Mensos juga memberikan bantuan dalam bentuk perlengkapan keluarga. Paket kebutuhan anak diberikan kepada keluarga almarhum Slamet Ngatiran dan Ariyanto, karena memiliki anak yang masih kecil.

Kepala Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, Untung Supriyadi, berharap bantuan dari kementerian sosial pusat ini bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. "Semoga bisa membantu kehidupan keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

Menurut Untung, saat ini ada sekitar 600 anggota Tagana yang di DIY dan siap diterjunkan setiap saat. " Peralatan yang dimiliki saya rasa sudah cukup memadai dan siap dipakai setiap dibutuhkan," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X