Kenapa Wali Kota Medan Didakwa Korupsi Rp 1,5 Miliar?

Kompas.com - 03/05/2013, 18:36 WIB
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com — Wali Kota Medan Rahudman Harahap menjadi terdakwa dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Daerah (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebesar Rp 1,5 miliar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (3/5/2013). Rahudman didakwa melakukan korupsi saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2004-2005.

Rahudman tiba di ruang sidang utama PN Medan diikuti sejumlah pendukungnya yang memadati ruang sidang. Sebagian pengunjung tidak mendapat tempat duduk dan rela berdiri berdesakan.

Sidang perdana dengan agenda dakwaan ini direkam tim dari Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kamera tersembunyi atau closed camera television (CCTV) juga terpasang di semua sudut ruangan.

Sidang dipimpin hakim ketua Sugianto dengan anggota, Sb Hutagalung dan Kemas Johan. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Dwi Aries Sudarto, Albert Pangaribuan, Polim Siregar, dan Marcos Simaremare membacakan dakwaan secara bergantian.

Dari dakwaan diketahui, terdakwa saat menjabat Sekda bertindak sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan Amrin Tambunan selaku pemegang kas Sekda Pemkab Tapsel (berkas terpisah dan sudah berkekuatan hukum tetap) memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan memalsukan buku-buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi, sehingga merugikan keuangan negara.

Dari Surat Permintaan Pembayaran (SPP) pada 6 Januari 2005 dan 13 April 2005 yang diajukan terdakwa dan Amrin Tambunan, terdapat dana TPAPD Triwulan I dan II yang dicairkan sebelum APBD TA 2005 disahkan. Permintaan dana tersebut tidak berdasarkan permohonan bagian pemerintahan desa yang membidangi penyaluran dana TPAPD. Bahkan, dana TPAPD Triwulan I dan II sebesar Rp 2,071 miliar dicairkan tanpa diserahkan ke kepala bagian pemerintahan desa atau perangkat desa.

Kemudian APBD Pemkab Tapsel TA 2005 disahkan pada 25 Mei 2005 dengan menetapkan jumlah anggaran untuk TPAPD sebesar Rp 5,955 miliar. Untuk mengganti pembayaran dana TPAPD Triwulan I dan II yang telah dicairkan, terdakwa dan Amrin Tambunan sebelumnya pada 21 Juni 2005, Leonardy Pane selaku Plt Sekda Pemkab Tapsel mengajukan pembayaran dana TPAPD sebesar Rp 2,737 miliar ke BUD Hapian Tambunan. Kemudian, dana tersebut diserahkan ke Rustam Efendi selaku Kepala Bagian Pemerintahan Desa.

Selanjutnya, Leonardy Pane dan Amrin Tambunan mengajukan SPP untuk pencairan dana TPAPD Triwulan III sebesar Rp 2,737 miliar. Namun, dananya tidak diberikan lagi karena sudah diberikan sebelum APBD disahkan dan telah dipergunakan untuk kepentingan terdakwa dan Amrin.

Akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan sebesar Rp 2,071 miliar atau setidaknya sebesar Rp 1,590 miliar sesuai hasil penghitungan BPKP Perwakilan Sumut.

Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 9 Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) tidak jujur dan main-main dalam mengusut dugaan korupsi ini. Pasalnya, 2 tahun enam bulan kasus ini berjalan dan terdakwa sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi progresnya baru dimulai hari ini.

"Kejatisu (Kejati Sumatera Utara) kurang greget, kami sudah tidak percaya lagi. Dari awal kita sudah mendorong pengungkapan kasusnya. Makanya kami menyurati KPK. Maling ayam saja pelakunya langsung ditangkap dan dua bulan jelas status perkaranya. Kejati tidak jujur dan main-main," kata Direktur LBH Medan Surya Adinata waktu itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Regional
Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X