Kompas.com - 25/04/2013, 20:58 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Sidang kasus pengeroyokan Direktur Utama PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino ditunda oleh ketua majelis hakim akibat semua saksi tidak hadir saat persidangan. Saksi yang berjumlah enam orang, termasuk saksi utama sekaligus korban, tidak datang ke persidangan kedua di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Kamis (25/4/2013).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Absoro ini dihadiri kedua tersangka yang juga pengusaha pasir besi asal Tasikmalaya, Martin dan Robby. Persidangan kedua ini agendanya mendengarkan keterangan saksi. Sidang perdana kasus ini sempat diwarnai kericuhan oleh pendukung korban.

Setelah sidang dimulai dan ketua majelis hakim meminta para saksi, jaksa penuntut umum (JPU) beralasan tidak bisa menghadirkan saksi ke persidangan.

"Ya, bagaimana sidang ini akan dimulai kalau saksinya enggak ada. Saya meminta kepada JPU untuk mempersiapkan saksi sebelum sidang ini dimulai lagi Minggu depan. Sidang ini ditutup dan akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi," terang Absoro, sembari menutup jalannya sidang yang hanya berjalan sekitar satu menit.

JPU Iwan Ridjwan mengaku, para saksi tidak bisa hadir akibat tidak memiliki ongkos menuju lokasi persidangan. Padahal, ia telah melayangkan surat pemanggilan melalui kepolisian setempat beberapa hari sebelum sidang dimulai.

"Iya, saya dengar para saksi enggak memiliki ongkos untuk pergi ke pengadilan. Padahal, sesuai aturan, kami telah menyediakan segala sesuatunya. Saksi kan dibayar untuk bisa hadir di persidangan oleh jaksa," ungkap Iwan sesuai persidangan ditutup ketua majelis hakim.

Pada sidang selanjutnya, kata Iwan, pihaknya terpaksa akan menjemput para saksi ke rumahnya masing-masing untuk bisa hadir di persidangan. Sebab, para saksi wajib hadir di sebuah persidangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti kami akan melakukan penjemputan langsung terhadap para saksi untuk bisa hadir di persidangan," tambah Iwan.

Diberitakan sebelumnya, Direktur PDUP Kabupaten Tasikmalaya Tino Rilantino mengaku dipukuli sekelompok orang dan salah satu pengusaha pasir besi di kawasan Pantai Cipatujah, Tasikmalaya, Senin (11/3/2013) malam.

Penganiayaan itu terjadi di salah satu vila kawasan Cipatujah, setelah bertemu rekan bisnisnya. Saat akan pulang, ia dihadang sekitar delapan orang menggunakan tiga mobil di depan gerbang masuk vila.

Awalnya, empat orang menghampiri Tino, lalu mereka memukul wajah dan badan pria ini hingga jatuh ke sebuah parit. Tak lama kemudian, salah seorang bos usaha penambangan pasir besi, Martin, kembali memukulinya dengan menggunakan alat berupa keling besi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.