Kompas.com - 15/04/2013, 21:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Setelah resmi ditetapkan tersangka empat hari lalu, Presiden Direktur Raihan Jewellery, Senin (15/4/2013) mulai menjalani pemeriksaan. Penyidik memeriksa Mohammad Azhari selama tujuh jam dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Menurut kuasa hukum Mohammad Azhari, Fadlilah Hutri Lubis, kliennya dicecar dengan 48 pertanyaan seputar teknis operasional perusahaan.

''Sepertinya hanya pendalaman saja, karena materinya hampir sama dengan pemeriksaan sebelumnya,'' kata Fadlilah.

Pihaknya mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah hukum dalam menyikapi peningkatan status kliennya dari saksi menjadi tersangka, namun masih menunggu proses hukum yang berjalan.

''Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan ini,'' terangnya.

Mohammad Azhari bersama dua pimpinan manajemen Raihan Jewellery, masing-masing berinisial T dan M ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim sejak Kamis (11/4/2013) lalu setelah melalui pemeriksaan status saksi.

Gelar perkara yang menjatuhkan status tersangka saat itu juga menyimpulkan bahwa dalam kasus Raihan Jawellery terdapat unsur penipuan atau pelanggaran terhadap Pasal 378 KUHP.

Polda Jatim sendiri telah menerima tiga laporan korban sepanjang dua bulan terakhir dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Modus penipuan yang dilakukan Raihan Jewellery adalah iming-iming keuntungan 2,5 persen setiap bulan dalam waktu enam bulan kontrak. Tapi ternyata, keuntungan itu tidak pernah dibayar meski masa kontrak habis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.