Tiga WNA Jadi Penumpang Lion Air

Kompas.com - 13/04/2013, 17:41 WIB
|
EditorKistyarini

DENPASAR, KOMPAS.com — Ada tiga warga negara asing (WNA) menjadi penumpang pesawat Lion Air, yang tergelincir ke laut di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4/2013).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas.com, dua penumpang merupakan WN Singapura dan satu lainnya belum diketahui. Kondisi mereka pun belum diketahui.

Seperti diberitakan, pesawat tersebut membawa 101 penumpang, yang terdiri dari 95 penumpang dewasa, 5 anak-anak, dan 1 bayi. Semua penumpang dinyatakan selamat, tetapi 44 orang di antaranya mengalami luka ringan.

Menurut keterangan Alfansyah dari bagian Humas Bandara Ngurah Rai, Bali, para penumpang yang terluka tersebut dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Sepuluh penumpang dibawa ke RS Surya Husada, 23 orang ke RS Kasih Ibu, 10 orang ke RS Sanglah, dan 1 orang dirawat di Bali International Medical Center.

Seperti diberitakan, pesawat Boeing 737-800 NG milik Lion Air, yang terbang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pukul 12.48 WIB, tergelincir ke laut saat hendak mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pukul 15.10 Wita.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

    100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

    Regional
    Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

    Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

    Regional
    Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

    Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

    Regional
    Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

    Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

    Regional
    RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

    RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

    Regional
    Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

    Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

    Regional
    Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

    Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

    Regional
    Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

    Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

    Regional
    Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

    Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

    Regional
    Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

    Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

    Regional
    Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

    Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

    Regional
    Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

    Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

    Regional
    Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

    Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

    Regional
    Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

    Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

    Regional
    Suroto, 10 Tahun Tiduran, Mata Terpejam dan Makan Tiga Hari Sekali

    Suroto, 10 Tahun Tiduran, Mata Terpejam dan Makan Tiga Hari Sekali

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X