Kompas.com - 12/04/2013, 00:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Perwakilan keluarga korban pembunuhan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, menyampaikan keluhannya kepada Komisi III DPR terkait lamban dan setengah hatinya proses pengusutan kasus tersebut. Keluarga pun meminta DPR membuat sebuah panitia khusus (pansus) yang bisa melakukan pengawasan terhadap pengusutan kasus ini.

"Kepada Komisi III, keluarga memohon agar proses pengusutan ini bisa dilakukan secara efektif. Karenanya, Komisi III bisa membentuk pansus untuk bisa mengawal proses penegakan hukum secara maksimal," ujar kakak kandung Yohanes Juan Manbait, Viktor Manbait, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Kamis (11/4/2013). Dia pun menumpahkan kesedihan keluarga akan hasil investigasi yang dilakukan TNI Angkatan Darat dan perkembangan isu yang menyertainya.

Saat ini, lanjut Viktor, yang terjadi justru pemutarbalikkan fakta dengan mengedepankan penyebutan para korban sebagai preman. "Opini ini terbentuk seakan wajar bahwa mereka adalah preman dan pantas mendapatkan perlakuan ini semua. Ini suatu kemunduran bagi bangsa ini," kata Viktor.

Ketika opini tersebut muncul, lanjut Viktor, yang terjadi adalah sebuah pembenaran keji atas aksi penyerangan oleh 11 anggota Grup II Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat. Viktor menilai peristiwa yang terjadi di LP Cebongan adalah penyerangan terhadap negara yang dilakukan secara sistematis oleh prajurit bersenjata. "Saya ingin tanya apakah ini masuk dikategorikan sebagai tindakan makar?" tanya dia.

Viktor berharap investigasi yang dilakukan TNI Angkatan Darat bukanlah akhir, melainkan sebagai sebuah awal dari upaya penegakan HAM di negeri ini. Pihak keluarga, kata Viktor, juga mendorong pembentukan tim pencari fakta gabungan yang diisi TNI dan Polri untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.

Menurut Viktor, keluarga juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2014. "Heru Santoso juga korban," kata dia. Viktor pun berpendapat pengusutan penyerangan LP ini harus dimulai dari peristiwa tewasnya Santoso.

Menanggapi keluhan ini, Wakil Ketua Komisi III Al-Muzzamil Yusuf mengatakan akan segera mengagendakan rapat gabungan dengan Komisi I DPR. Nantinya, rapat gabungan itu juga akan menghadirkan Panglima TNI dan Kapolri beserta para jajarannya. "Kami sudah ajukan untuk rapat gabungan, tinggal menunggu setelah reses karena kami besok sudah masuk reses selama satu bulan ke depan," imbuhnya.

Seperti diberitakan, TNI AD masih melakukan penyidikan atas penyerangan di LP Cebongan. Dari hasil investigasi TNI AD, 11 anggota Grup II Kopassus Kandang Menjangan Kartasura diduga sebagai pelaku penyerangan. Mereka adalah Sersan Dua US, Sersan Satu S, Sersan satu TJ, Sersan Satu AR, Sersan Dua SS, Sersan Satu MRPB, Sersan Satu HS, Sersan Dua IS, Kopral Satu K, Sersan Mayor R, dan Serma MZ.

Para pelaku ini akan diadili secara terbuka dalam pengadilan militer sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Penyerangan di lapas ini mengakibatkan empat tahanan tewas. Mereka yang tewas ditembak adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait. Para tahanan tersebut merupakan tersangka pengeroyok dan pembunuh Serka Heru Santoso.

Berita terkait dapat dibaca pula dalam topik: Anggota Kopassus Serang LP Cebongan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 5 Oktober Hari Memperingati Apa?

Tanggal 5 Oktober Hari Memperingati Apa?

Nasional
Nasdem Usung Anies Jadi Bakal Capres, Ini Komentar Ketum PAN

Nasdem Usung Anies Jadi Bakal Capres, Ini Komentar Ketum PAN

Nasional
Hujan Kritik Pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto, DPR Tak Gubris

Hujan Kritik Pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto, DPR Tak Gubris

Nasional
Usai Sudrajad Dimyati jadi Tersangka, KY Perketat Seleksi Calon Hakim Agung

Usai Sudrajad Dimyati jadi Tersangka, KY Perketat Seleksi Calon Hakim Agung

Nasional
Nasdem Usung Anies jadi Capres, Gerindra: Mari Berkompetisi Sehat

Nasdem Usung Anies jadi Capres, Gerindra: Mari Berkompetisi Sehat

Nasional
AKBP Ferli Hidayat Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Anggota Komisi III: Apresiasi untuk Kapolri

AKBP Ferli Hidayat Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Anggota Komisi III: Apresiasi untuk Kapolri

Nasional
Kemendagri Minta Pemerintah Desa Ikut Kendalikan Inflasi di Wilayahnya

Kemendagri Minta Pemerintah Desa Ikut Kendalikan Inflasi di Wilayahnya

Nasional
KPK Masih 'Wait and See' Sebelum Kembali Panggil Lukas Enembe

KPK Masih "Wait and See" Sebelum Kembali Panggil Lukas Enembe

Nasional
Polri: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar di Bareskrim Besok Siang

Polri: Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar di Bareskrim Besok Siang

Nasional
Kemendagri: 4 Kabupaten Sepakati Hibah untuk Papua Selatan

Kemendagri: 4 Kabupaten Sepakati Hibah untuk Papua Selatan

Nasional
DPR Bakal Gelar Parliamentary Speakers Summit Besok, Akan Dibuka Presiden Jokowi Lusa

DPR Bakal Gelar Parliamentary Speakers Summit Besok, Akan Dibuka Presiden Jokowi Lusa

Nasional
Pemerintah Akan Bentuk Konsep Besar Sistem Lembaga Peradilan Indonesia

Pemerintah Akan Bentuk Konsep Besar Sistem Lembaga Peradilan Indonesia

Nasional
UPDATE 4 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,98 Persen, Ketiga 27,20 Persen

UPDATE 4 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,98 Persen, Ketiga 27,20 Persen

Nasional
KPK Tahan Lagi Tersangka Penyuap Hakim Agung

KPK Tahan Lagi Tersangka Penyuap Hakim Agung

Nasional
Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Perdami: 80 Persen Gangguan Penglihatan di Indonesia Mestinya Bisa Ditangani

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.