Parpol Belum Daftarkan Bakal Calon Legislatif di KPUD NTB - Kompas.com

Parpol Belum Daftarkan Bakal Calon Legislatif di KPUD NTB

Kompas.com - 11/04/2013, 20:08 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat membuka pendaftaran bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTB selama 9-24 April.

Namun hingga hari ketiga baru dua pendaftar untuk balon DPD RI, sedang untuk balon DPRD NTB belum satu pun partai politik yang mendaftarkan balonnya di Kantor KPUD NTB.

"Hari ini ada satu bakal calon DPD RI yang mendaftar, menyusul satu orang yang mendaftar di hari pertama," kata Ansory Wijaya, Kepala Bidang Hukum dan Humas KPUDNTB. Kamis (11/4/2013) sore di Mataram. Biasanya pendaftar balon untuk dua badan Legislatif itu ramai di akhir masa pendaftaran.

Hanya Fauzan Khalid, Ketua KPUD NTB, mengimbau agar para bakal calon mendaftar lebih awal, sehingga pihak KPUD NTB bisa mencicil tugas dan pekerjaan proses pemilukada NTB yang dijadwalkan berlangsung 13 Mei 2013.

Tidak diketahui pasti alasan para balon DPD maupun parpol belum mendaftarkan wakil-wakilnya untuk duduk di kursi Legislatif periode 2013-2018.

Ketua Divisi Divisi Sosialisasi dan Informasi KPUD NTB, Darmansyah mengatakan, kemungkinan masih ada tarik-ulur maupun ada tawar-manawar interen parpol, soal standar dan kriteria nama balon Legislatif NTB. Kemudian bagi balon DPD RI, dimaklumi masih berupaya mengumpulkan jumlah suara pendukung yang jumlahnya minimal 3.000 orang.

Tidak ada batasan jumlah pendaftar balon DPD RI, meski nantinya hanya empat orang yang mewakili NTB di DPD RI. Sedang jumlah anggota DPRD NTB periode 2013-2018 sebanyak 65 orang, meliputi enam daerah pemilihan (dapil) di 10 Kabupaten/Kota Pulau Lombok dan Sumbawa. Karenanya jumlah balon DPRD NTB yang diusulkan parpol disesuaikan dengan jatah kursi tiap dapil.

 


EditorRobert Adhi Ksp
Komentar

Terkini Lainnya

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional
Amien Rais Sebut Elektabilitas Jokowi Turun, Ini Kata Golkar

Amien Rais Sebut Elektabilitas Jokowi Turun, Ini Kata Golkar

Nasional

Close Ads X