Melanggar Hak Ibu Menyusui Bisa Dipidana

Kompas.com - 07/04/2013, 18:21 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Tidak bisa disangkal, air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Semua nutrisi terbaik yang dibutuhkan seorang bayi terkandung dalam ASI. Sehingga tidak ada alasan seorang ibu untuk tidak menyusui anaknya.

Bahkan, telah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) bahwa enam bulan pertama kehidupan manusia wajib dan hanya boleh diberi ASI atau sering disebut ASI Ekslusive (ASIX). Adapula aturan bahwa siapapun yang melanggar hak ibu menyusui bisa dipidana.

Menyusui adalah hak ibu dan anak sebagai manusia. Namun, saat ini sering hak-hak tersebut tidak terpenuhi oleh mereka, terutama bagi ibu menyusui yang bekerja. Banyak alasan ibu pekerja kemudian berhenti menyusui sebelum bayi berusia dua tahun.

"Di antaranya adalah faktor keluarga dan lingkungan ibu menyusui yang kurang mendukung ASIX. Biasanya karena kurang informasi tentang pentingya ASI dan tidak tahu bagaimana ibu bekerja namun tetap memberikan ASI ekslusif kepada bayinya," tutur Rachmadani, Ketua Asosiasi Ibu Menyusi ASI (AIMI-ASI) Cabang Jawa Tengah dalam Kelas Edukasi Ibu Menyusui di Magelang, Minggu (7/4/2013).

Dijelaskan Dani, Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian ASIX. Ini menjamin pemenuhan hak bayi dan perlindungan ibu menyusui serta meningkatkan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam pemberian ASIX hingga bayi berusia 6 bulan.

Selain itu, bahkan jauh sebelum PP itu diterbitkan sudah terbir UU RI Nomor 13 Tahun 2003 pasal 83 Tentang Ketenagakerjaan dan UU RI nomor 36 tahun 2009 pasal 128 Tentang Kesehatan.

"Dengan adanya regulasi tersebut artinya semua pihak harus mendukung ibu menyusui. Antara lain dengan menyediakan ruang khusus menyusui bagi tempat kerja, perkantoran, fasilitas umum seperti terminal, bandara, pusat perbelanjaan dan lain sabagainya. Selain itu, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan juga wajib melakukan inisiasi menyusui dini, menempatkan ibu dan bayi dalam satu ruang rawat atau rawat gabung," jelasnya.

Berdasar peraturan itu pula, lanjut Dani, siapapun baik perorangan maupun perusahaan yang tidak mendukung ibu menyusui dan mengabaikan hak-hak ibu dan anak maka bisa ditindak pidana. Masyarakat pun bisa melapor ke Dinas Kesehatan setempat jika memang melihat atau mengalami pelanggaran hak-hak itu.

Sebagai organisasi nonprofit yang peduli dengan ASI, AIMI-ASI terus menggalakkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, milis dan Twitter yang ternyata cukup efektif dan berpengaruh besar membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI bagi kehidupan manusia.

Disamping itu, pihaknya juga sering menjadi mitra bagi sejumlah pihak yang peduli ASI untuk menjadi narasumber seminar maupun pelatihan di berbagai daerah. Kemudian bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, karena menurut Dani, bagaimanapun juga merekalah yang mampu menjangkau lapisan masyarakat hingga ke pedasaan melalui Puskesmas dan Posyandu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Kenal di Facebook, Ibu Muda di Solok Selatan Diperas Pacar Rp 42 Juta, Korban Diancam Foto Bugil

Berawal dari Kenal di Facebook, Ibu Muda di Solok Selatan Diperas Pacar Rp 42 Juta, Korban Diancam Foto Bugil

Regional
Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Regional
Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Regional
Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Regional
Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Regional
Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Regional
Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X