Kompas.com - 26/03/2013, 20:22 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 535 orang warga Jakarta Barat dirawat di 15 rumah sakit kawasan itu karena demam berdarah (DB). Masyarakat diimbau waspada dan membiasakan diri hidup sehat dengan memberantas genangan air tempat nyamuk Aedes Aegypti bersarang.

"Tersangka pengidap demam berdarah ada 630 orang. Tapi Setelah investigasi, 535 benar tinggal di Jakbar sedangkan sisanya dari Jakarta bagian lain, tapi berobat di RS sekitar Jakarta Barat," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Widyawati saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/3/2013).

Ia mengungkapkan, tersangka pengidap DB belum tentu benar-benar mengalami penyakit tersebut. Bisa saja mereka mengalami sakit tifus. Ciri-ciri dua penyakit itu memang mirip.

Selanjutnya, untuk mencegah DB mewabah, petugas sudin kesehatan melakukan investigasi ke tempat tinggal pengidap untuk mengetahui asal nyamuk Aedes Aegypti. Dari 535 korban pengidap DB, yang positif tertular di sekitar rumahnya di wilayah Jakarta Barat ada 158 orang. Petugas pun melakukan penyemprotan di kawasan tersebut.

Data sementara, wilayah yang warganya paling banyak terserang penyakit DB adalah Kecamatan Grogol Petamburan dengan 30 kasus serta Cengkareng 27 kasus. Sementara, yang paling sedikit adalah Kecamatan Kebon Jeruk dengan 9 kasus.

"Tapi jumlah tersebut kondisional ya. Soalnya dilihat dari jumlah penduduk, Grogol Petamburan dan Cengkareng memang lebih padat jumlah penduduknya," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X