Banjir di Semarang, Puluhan Kereta Api Tertahan - Kompas.com

Banjir di Semarang, Puluhan Kereta Api Tertahan

Kompas.com - 24/02/2013, 01:00 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Hujan cukup deras yang terus mengguyur wilayah Semarang dan sekitarnya sejak Jumat (22/2/2013) malam mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Selain di kawasan perumahan penduduk, banjir juga menggenang di beberapa titik rel kereta api.

Hingga Sabtu siang, genangan banjir di sejumlah daerah belum juga surut. Akibat genangan itu puluhan kereta api penumpang ataupun barang sempat tertahan di beberapa daerah. Tercatat ada empat KA penumpang dan delapan KA barang dari arah timur yang tertahan.

Sedang dari arah barat terdapat 13 KA penumpang dan enam KA barang yang tertahan. Humas PT KAI Daop IV Semarang, Surono mengatakan, hujan pada Jumat malam menyebabkan banjir pada empat titik jalur KA.

Yakni antara Semarang Stasiun Tawang hingga Stasiun Poncol, dua titik antara daerah Jerakah dan Mangkang Semarang serta satu titik antara Stasiun Tawang dan Stasiun Alas Tua.

"Disamping empat titik banjir, juga ada satu titik longsor di daerah Jerakah-Mangkang sekitar 10 meter dengan kedalaman 2 meter, tapi sudah bisa diatasi dan dilewati dengan kecepatan tertentu," ujar Surono, Sabtu (23/2/2013).

Ia mengatakan hingga saat ini masih ada satu titik genangan yang masih tinggi yakni di kawasan Muktiharjo Semarang, menuju stasiun Alas Tua. Ketinggian air di jalur kereta masih sekitar 12 cm. Hal ini mengakibatkan perjalanan kereta api belum bisa normal.

"Sementara diatasi dengan menarik menggunakan KRD (kereta api rel diesel), sebab kalau dipaksakan bisa merusak komponen elektrik lokomotif yang bisa sebabkan konsleting," tambahnya.

Pelayanan di Stasiun Tawang saat ini juga dipindahkan ke Stasiun Poncol. Ketinggian air yang menggenang di stasiun Tawang mencapai sekitar 50 cm. "Kalau semalam memang hampir semua kereta api tertahan, dan pemberangkatan jelas mengalami keterlambatan makanya penumpang diberi kompensasi makanan dan minuman," kata dia.

Banjir diharapkan bisa segera surut agar jalur kereta bisa segera lancar. Sejumlah kereta saat ini mulai dijalankan namun dengan kecepatan tertentu. Salah seorang penumpang Singgih (40), mengaku cukup terkendala dengan adanya banjir.

Ia yang akan berangkat ke Surabaya sudah menunggu pemberangkatan sekitar dua jam. "Ya terganggu tapi kan ini alam, jadi kami bisa memaklumi. Semoga segera surut dan lancar," ujarnya.

Banjir yang menggenang di sejumlah wilayah di Kota Semarang juga sempat membuat macet di jalur pantura terutama ke arah Jakarta pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Jalur tersebut didominasi truk dan bus. Hingga Sabtu sejumlah wilayah di Kota Semarang masih terpantau hujan.


EditorBenny N Joewono
Komentar

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X