Kompas.com - 19/02/2013, 16:28 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

AMBON, KOMPAS.com- Bom dan racun potasium sianida masih digunakan untuk menangkap ikan di perairan Maluku. Padahal, penggunaan keduanya dilarang, terlebih lagi merusak lingkungan.

"Saya baru dari Pulau Manipa di Seram Bagian Barat dan diberitahu warga kalau bom dan potasium sianida masih digunakan oleh nelayan dari luar Manipa untuk menangkap ikan di sana," ujar Asisten III Pemerintah Provinsi Maluku MZ Sangadji, di Ambon, Maluku, Selasa (19/2/2013).

Penggunaan bom dan potasium sianida jelas melanggar hukum. Tak hanya itu, penggunaan keduanya telah merusak lingkungan. Banyak terumbu karang yang sesungguhnya menjadi tempat berkembang biak ikan rusak.

Imbasnya, hasil tangkapan nelayan Manipa dan sekitarnya terus menurun. "Karena itu harus ada langkah tegas dari aparat keamanan untuk mencegah penggunaan bom dan potasium," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.