Kompas.com - 16/02/2013, 14:11 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Di panggung mode Indonesia Fashion Week 2013, pada 14 Februari 2013, desainer Ivan Gunawan mengekspresikan cinta dengan menampilkan koleksi busana mengeskplorasi tenun Mandar.  Lewat ajang mode ini, Ivan memberanikan diri tampil dengan rancangan yang serba baru untuknya. Pasalnya, untuk kali pertama Ivan merancang busana menggunakan kain tradisional tanpa meninggalkan ciri khasnya yang ceria, juga untuk kali pertama ia tampil di Indonesia Fashion Week, serta merupakan pengalaman pertama bagi Ivan merancang busana pria yang melengkapi dalam koleksinya kali ini.

Perjalanan Ivan ke kota Mandar, Polewali, Sulawesi Barat pada Oktober 2012 lalu atas undangan Yayasan Ratih Al Kaa'fa memberikan inspirasi dan pengalaman unik baginya. Ivan jatuh cinta dengan kekayaan alam Mandar dan produk budaya berupa tenun sutera khas Mandar dengan warna terang. Selain juga motif tenun Mandar yang beragam, utama motif garis vertikal dan motif kotak.

Perjalanan ke Mandar melahirkan inspirasi bagi Ivan untuk menciptakan koleksi teranyar dalam peragaan busana di tahun ke-14 berkarya, bertema Malolo. Melalui koleksi Malolo, Ivan menunjukkan konsistensinya untuk berkarya secara profesional sebagai desainer, sekaligus menunjukkan kemampuannya mencipta kreasi busana siap pakai menggunakan kain tradisional. Keberaniannya merancang busana dari kain tradisional juga muncul karena warna-warna kain tenun Mandar memiliki kesesuaian dengan karakter diri dan rancangannya.

"Ini kali pertama saya merancang kain tradisional. Biasanya sulit bagi saya membuat kain tradisional menjadi busana, namun saya jatuh cinta dengan Mandar dan tenunnya. Ini juga kali pertama saya tampil di Indonesia Fashion Week. Saya juga ingin semakin dikenal sebagai desainer bukan sebagai entertainer," ungkapnya saat jumpa pers di Jakarta Convention Center, beberapa waktu lalu.

Konsisten dengan garis rancangnya, meninggalkan bustie pada busana untuk membentuk tubuh perempuan, juga menampilkan gaya busana seksi, playful, wearable, ceria dengan warna cerah, serta menonjolkan sisi glamor, Ivan menunjukkan kemampuannya mengolah tenun Mandar.

Baginya, gaya eclectic lebih tepat menggambarkan koleksi terbarunya ini. Memadukan unsur tradisional dengan gaya modern. “Saya menampilkan tenun dengan gaya eclectic, tidak terlalu tradisional juga tidak terlalu modern,” ungkapnya kepada Kompas Female seusai show.

Gaya ini ditunjukkannya dengan memadukan tenun Mandar bermotif garis vertikal dengan brokat dan bahan lainnya. Ivan mengaku tak bisa meninggalkan brokat dalam setiap rancangannya. Baginya brokat yang melekat di badan bisa membantu mengoreksi bentuk tubuh. Busana yang membentuk tubuh secara alami inilah yang menjadi ciri khas Ivan dalam memberikan pilihan gaya busana bagi pelanggannya.

Ivan-Gunawan-2
Perpaduan bahan ini juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan desainer dalam menciptakan busana dari kain tradisional. “Ukuran kain tenun Mandar tak selebar batik misalnya. Jadi memang memerlukan gaya modifikasi, dan memang ada batasan untuk mengolah kain tenun ini,” ungkapnya,

Selain menciptakan busana yang menonjolkan kain tenun Mandar berpadu dengan bahan lainnya, Ivan juga mengangkat kain tenun Mandar dengan cara lain. Pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1981 ini mengaku kesulitan mendapatkan kain tenun lantaran proses produksinya memakan waktu lama. Menyiasati hal ini, Ivan menciptakan bahan motif cetak terinspirasi dari motif kotak tenun Mandar.

Ivan-Gunawan---1

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.