Polisi Datangi Panitia Pemutaran Film 'The Act of Killing'

Kompas.com - 04/02/2013, 20:27 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

BLITAR, KOMPAS.com — Petugas kepolisian dari Polres Kota Blitar dan Polres Kabupaten Blitar mendatangi kantor Post Institut, panitia yang berencana memutar film dokumenter The Act of Killing, di Blitar, Jawa Timur. Meski tidak secara terbuka dan resmi menyatakan larangan, surat pengajuan pemberitahuan kegiatan pemutaran film dan diskusi film tersebut tidak diterima oleh polisi. Surat yang diajukan oleh panitia dikembalikan oleh petugas kepolisian.

Film The Act of Killing mendapat penghargaan Grand Prize pada Festival Film Dokumenter di Kopenhagen, November 2012, garapan sutradara, Joshua Oppenheimer dari Kanada.

Film ini secara cerdas merekonstruksi cara pembantaian oleh para pelaku pembantaian simpatisan Partai Komunis Indonesia sendiri. Film itu memanfaatkan para pelakunya sendiri, untuk memperagakan ulang pembantaian oleh partisipan otentiknya. Dengan demikian, penonton merasakan pengalaman pembantaian yang sangat memilukan tahun 1965, mengawali dimulainya era kekuasaan rezim otoriter Orde Baru di Indonesia.

Film ini menurut Koordinator Program Post Institut Blitar, Arif Agus Setiawan, sudah diputar di kota-kota lain, di antaranya di Purwokerto. Film itu diputar di lingkungan para pemerhati dan aktivis pembuat film, oleh komunitas Festival Film Dokumenter Yogyakarta (FFDY). Di Blitar, FFDY bekerja sama dengan Post Institut.

"Undangan kami sebarkan semula melalui media sosial dan surat tertulis pada komunitas kami. Polisi kemudian datang ke kantor kami, Jumat (1/2/2013), lalu menanyakan identitas lembaga, serta apa maksud dan tujuan pemutaran film. Ya, kami jawab apa adanya, ini diskusi film, dan studi tentang sejarah pembantaian yang selama ini gelap dan bahwa patut diketahui oleh generasi muda," tutur Arif.

Post Institut akhirnya membatalkan film yang semula hendak dibahas dalam diskusi yang melibatkan para dosen dan mahasiswa. Lalu, pemutaran dilakukan dalam komunitas yang lebih kecil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Regional
Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X