Efek Selingkuh, Sebulan 246 Pasutri di Malang Cerai

Kompas.com - 30/01/2013, 15:08 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 246 pasangan suami istri (pasutri) di Kota Malang, Jawa Timur, selama sebulan terakhir mengajukan permohonan perceraian ke Pengadilan Agama (PA) Kota Malang.

Setiap tahunnya, angka perceraian di kota pendidikan itu terus mengalami kenaikan. Sejak Januari hingga Oktober 2012 lalu, Pengadilan Agama Kota Malang mencatat ada 1.524 sidang perceraian.

"Melihat data perceraian tahun lalu, pada tahun 2013 ini, angka perceraian diprediksi akan meningkat," jelas Kasdulah, Panitera Muda di Pengadilan Agama Kota Malang, Rabu (30/1/2013).

Prediksi tersebut dilihat berdasarkan data yang masuk sejak 1-29 Januari 2013, yang sudah mencapai 246 kasus gugatan perceraian. "Jadi, sebulan Januari 2013 saja, jumlah gugatan cerai yang masuk sudah mencapai 246 kasus," tegas Kasdulah.

Jika selama sebulan angka perceraian mencapai 250 kasus, beber Kasdullah, maka dalam setahun angka perceraian mampu mencapai 3.000 kasus. "Sudah meningkat mencapai 4 hingga 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kasdulah lagi.

Lebih jauh Kasdulah menjelaskan, mayoritas penyebab perceraian adalah kasus perselingkuhan. "Selain akibat perselingkuhan atau wanita idaman lain (WIL), juga dipicu karena faktor ekonomi keluarga," sambungnya.

Adapun yang kasus perceraian itu mayoritas diajukan oleh pihak istri dalam bentuk gugatan cerai. "Dari seluruh kasus perceraian, sebanyak 698 kasus perceraian di tahun 2012 karena ketidakharmonisan," katanya.

Cerai akibat faktor ekonomi mencapai 464 kasus. "Faktor ekonomi yang dimaksud karena suami dinilai tidak bertanggung jawab pada kebutuhan ekonomi keluarganya," kata Kasdulah.

Selain itu, tambah Kasdullah, efek pernikahan dini pun menyumbang angka dalam persentase perceraian di Malang. "Belum waktunya nikah, pihak orang tua sudah memaksakan anaknya dinikahkan. Tapi penyebab nikah usia dini tak terlalu banyak," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X