Kompas.com - 25/01/2013, 18:39 WIB
|
EditorFarid Assifa

MOROTAI, KOMPAS.com -- Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Maluku Utara yang digelar di gedung MTQ, Desa Darame, Kabupaten Pulau Morotai pada Jumat (25/1/2012), berujung ricuh. Nyaris terjadi adu jotos antara kader PAN dengan aparat kepolisian yang mengamankan Muswilub.

Dalam pantauan Kompas.com, Pelaksanaan Muswilub sendiri baru akan dilanjutkan malam ini setelah dibuka sore tadi waktu setempat oleh salah satu Ketua DPP PAN, Abdurahim Fabanyo. Awalanya seremoni pembukaan Muswilub yang dihadiri sejumlah pengurus DPP, termasuk Wakil Bupati Pulau Morotai Wenny Paraisu itu, berlangsung aman dan tertib.

Suasana mulai tegang saat pihak panitia mengagendakan jalannya sidang Muswilub. Ketua Panitia Yusran Samad yang baru membuka pembicaraan dengan mengabsen peserta Muswilub dari masing-masing DPD PAN se-kabupaten/kota, langsung dihujani banyak interupsi. Sejumlah pengurus partai berlogo matahari baik dari DPW maupun DPD nampak kesal karena tidak memiliki identitas berupa ID card sebagai syarat sah menjadi peserta Muswilub.

"Interupsi ketua, kami hanya ingin meminta klarifikasi, kenapa kami tidak dapat ID card? Lantas kami ini statusnya sebagai apa?" koar Muhlis Tapitapi, salah satu pengurus DPW PAN Malut memberi interupsi.

Rupanya ada aroma tidak sedap yang dicium kader lain atas interupsi tersebut. "Jangan bikin kacau!" teriak salah seorang pengurus yang tiba-tiba saja maju ke depan.

Suasana mulai gaduh. Para peserta Muswilub mulai berdiri dari kursinya, lalu mengerumuni kader-kader PAN yang berteriak lantang. Beberapa kader bahkan merampas mikrofon dari tangan ketua panitia.

"Ini Muswilub ilegal namanya karena pembentukan panitia Muswilub ini hanya sepihak. Kami tahu ini settingan untuk memenangkan siapa yang jadi ketua (DPW PAN Malut)," koar Muhlis Tapitapi.

Suasana makin gaduh saat sejumlah aparat polisi masuk ke ruangan dengan maksud melerai. Beberapa anggota polisi malah terpancing dengan suasana tersebut sehingga nyaris beradu jotos dengan kader PAN.

Agenda Muswilub pun tak bisa berjalan sesuai jadwal. Setelah masing-masing pihak menenangkan diri, panitia akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan Muswilub pada malam ini di tempat yang sama.

Pelaksanaan Muswilub DPW PAN Maluku Utara ini sedari awal sudah terindikasi adanya gangguan. Buktinya, ratusan simpatisan PAN sudah memenuhi gedung MTQ sejak pagi hari.

Nampak juga ada kubu-kubu dalam internal PAN Malut. Ada kubu Sahrin Hamid yang saat ini menjabat sebagai caretaker Ketua DPW PAN Malut. Ada pula kubu dari Umar Bopeng yang tak lain Ketua Majelis Pertimbangan PAN Malut. Kedua figur ini dikabarkan bakal mencalonkan diri dalam Muswilub nanti. Sayang, belum sempat dilaksanakan suasana menjadi ricuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.