Kompas.com - 19/12/2012, 10:59 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan pengungsi Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (19/12/2012) berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku menuntut Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu segera menepati janjinya untuk membangun 400 rumah. Rumah-rumah itu merupakan pengganti rumah warga yang terbakar saat bentrok antarsesama warga pecah di Pelauw 11 Februari 2012 silam.

Dalam aksi tersebut, ratusan pengungsi Pelauw ini membawa serta spanduk dan sejumlah poster berisi kecaman dan tuntutan kepada Gubernur. Pemeritah setempat dinilai lamban dalam pembangunan rumah pengungsi pascabentrok berdarah tersebut.

"Saat berkunjung ke Desa Pelau 5 Maret lalu, Gubernur telah berjanji akan membangun rumah-rumah pengungsi yang terbakar, namun hingga 10 bulan berlalu janji itu tak pernah ditepati, ini sebuah pembohongan, Gubernur telah membohongi kami," kata Talaohu, salah satu warga pendemo.

Menurut pengungsi, pemerintah berkewajiban untuk melindungi setiap warga negaranya dan bukan sebaliknya membiarkan warganya hidup di tempat-tempat pengungsian secara tidak layak dan tidak manusiawi. Pengungsi juga mengancam, jika Pemerintah Provinsi Maluku tidak segera merealisasikan pembangunan rumah-rumah mereka di awal tahun 2013 nanti, maka ribuan pengungsi Desa Pelau akan menduduki dan melumpuhkan aktivitas Kantor Gubernur Maluku.

"Kami memberikan waktu kepada Pemprov Maluku untuk merealisasikan pembangunan rumah-rumah kami yang terbakar sampai Januari 2013, jika itu tidak dilakukan jangan salahkan kami, jika dengan terpaksa kami akan lumpuhkan seluruh aktivitas pemerintahan di Kantor Gubernur Maluku," ancam seorang pengungsi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X