Nikah 16 Jam, Pria Gowa Ini "Kalahkan" Bupati Garut

Kompas.com - 08/12/2012, 09:43 WIB
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus pernikahan "kilat" Bupati Garut, Aceng Fikri selama empat hari ternyata "terkalahkan" oleh pernikahan kilat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang hanya 16 jam. Kasus pernikahan kilat di Kabupaten Gowa ini terbongkar, setelah Wiwi Sudiarti mengaku ditipu mantan suaminya, Muhammad Yunus bin Jafar.

Wiwi mengungkapkan, pernikahannya dengan suaminya yang bekerja di Distrik Navigasi Kelas I Makassar, terjadi di bulan Oktober 2012 lalu  berlangsung hanya 16 jam. Merasa ditipu, Wiwi mengancam akan menempuh jalur hukum jika suaminya tidak bertanggungjawab.

"Saya merasa ditipu. Kalau memang tidak ada itikad baik untuk menyelesaikannya, tidak ada pilihan saya tempuh jalur hukum," kata Wiwi, Sabtu (8/12/2012).

Dia menceritakan, akad nikah berlangsung di BTN Andi Tonro 14 No 28, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, 9 Oktober 2012 lalu sekitar pukul 16.00 Wita. Keesokan harinya, Rabu (10/10/2012) sekitar pukul 20.40 Wita, dirinya diceraikan oleh suaminya melalui telepon selular.


Dalam percakapan itu, Yunus mengatakan tidak ada kecocokan antarkeduanya. Pernikahan kilat dilakukan tanpa ada bukti surat nikah. Yang ada, hanya selembar kertas bertulis surat keterangan yang ditempeli materai Rp 6.000 dan tanda tangan imam dan saksi nikah.

Dengan begitu, Wiwi menilai pernikahan kilat itu terdapat unsur penipuan. Pasalnya, pria beranak empat itu mengaku menikahi dirinya dengan restu sang istri. Belakangan, malah istri pertama Yunus yang marah-marah terhadapnya.

"Dua kali dilakukan mediasi, tapi tak kunjung ada hasil. Terakhir, 16 November lalu di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Sultan Alauddin, saya meminta kompensasi uang belanja lantaran diceraikan sepihak. Yunus menyanggupi di mulut dan meminta nomor rekening, tapi sampai sekarang tidak ada dikirimkan uang," kata dia.

Kasubbag Humas Polres Gowa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andriani Lilikay yang dikonfirmasi mengatakan, pernikahan kilat Wiwi-Yunus, tidak bisa dijerat pidana. Kepolisian sudah pun sudah melakukan mediasi terhadap permasalahan tersebut. Hanya saja, kedua belah pihak terkesan mengabaikan.

"Bu Wiwi bukannya anak dibawah umur. Jalan sendiri, jadi kami angkat tangan. Adapun, dua poin dalam mediasi, yakni permintaan mengembalikan ke orangtua dan kompensasi uang belanja Rp 10 juta," kata Andriani.

Ia menambahkan, pernikahan kilat ini sulit untuk menjerat Yunus dengan pidana. Pasalnya, tidak ada surat pernikahan, melainkan hanya secarik kertas berupa keterangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi SD di Maluku Diperkosa Saat Sedang Buang Sampah

Siswi SD di Maluku Diperkosa Saat Sedang Buang Sampah

Regional
Saat Ratusan Siswa SMP di Sleman Susur Sungai, Hujan Deras Turun di Hulu

Saat Ratusan Siswa SMP di Sleman Susur Sungai, Hujan Deras Turun di Hulu

Regional
Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Empat Murid SMPN di Sleman yang Hanyut Saat Sisir Sungai Ditemukan Meninggal

Regional
Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Polres Jember Cari Penyebar Hoaks Penculikan Anak yang Bikin Resah

Regional
Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Kronologi Ratusan Siswa SMP di Sleman Terseret Arus Saat Susur Sungai

Regional
Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium Kesehatan, 1 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Sedang Angkat Barang, Senjata Personel TNI Dirampas Warga Puncak Jaya

Regional
Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Berupaya Kabur, Bandar Sabu di Timika Ditembak Polisi

Regional
Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Kronologi Warga di NTT Tersambar Petir, Bermula Ingin Berteduh hingga 2 Orang Tewas Ditempat

Regional
Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Ratusan Siswa SMP di Sleman Hanyut Saat Susur Sungai, Tak Tahu di Hulu Hujan Deras

Regional
Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Bawaslu Babel Temukan 13 Calon PPK Terindikasi Terlibat Partai Politik

Regional
Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Pembakar Rumah Penyalur TKW di Dompu Dikenakan Pasal Berlapis

Regional
Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Susur Sungai, Ratusan Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus Banjir

Regional
Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Masuk Tahapan Verifikasi, KPU Mojokerto Belum Terima Berkas Dukungan dari Calon Independen

Regional
Curi Uang Rp 11 Juta, ART Rekayasa Perampokan dan Penyekapan Bayi 10 Bulan

Curi Uang Rp 11 Juta, ART Rekayasa Perampokan dan Penyekapan Bayi 10 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X