Kompas.com - 15/11/2012, 23:28 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

SEMARANG, KOMPAS.com- Tim paduan suara mahasiswa dari Universitas Diponegoro Semarang untuk kesekian kalinya mendapat penghargaan dalam perlombaan paduan suara tingkat internasional.

Bahkan pada akhir tahun ini, dua tim paduan suara Undip Semarang memborong lima penghargaan dalam 2012 Xinghai Prize International Choir Competition, yang berlangsung di Guangzhou, China, 8-14 November 2012.

Kedua tim paduan suara mahasiswa (PSM) tersebut adalah Diponegoro University Choir dan PSM Satya Dharma Gita Fakultas Hukum Undip Semarang. Diponegoro University Choir meraih dua medali emas dan satu medali platinum dalam 2012 Xinghai Prize International Choir Competition.

Sedangkan PSM Satya Dharma Gita Undip meraih dua medali, masing-masing medali emas dan medali silver dalam Guangzhou International Open Competition yang juga bagian dari 2012 Xinghai Prize International Choir Competition.

Medali platinum diperoleh Diponegoro University Choir Undip untuk kategori folkhore, dan medali emas untuk kategori mixed choirs dan kategori pop, jazz dan gospel. Tim ini didampingi konduktor Setyo Watjono dan Jefry Franklin Bode serta dosen pendamping Dr Nani Prihastuti.

Sedangkan PSM Satya Dharma Gita Fakultas Hukum Undip bersama konduktor Alfonso Andika Wiratma dan didampingi dosennya Tity W Setiawati meraih medali emas untuk kategori youth choirs of equal voices dan medali silver untuk kategori female.

Keberhasilan para mahasiswa Undip tersebut disambut gembira pimpinan universitas. Bahkan saat tim PSM Undip tiba pulang ke Tanah Air dan kembali ke Semarang, Rektor Undip Semarang Prof Sudharto P Hadi MES PhD langsung menyambut para mahasiswa yang mengharumkan nama Undip dan Indonesia.

Sudharto secara khusus menyambut mahasiswanya di rumah dinas Rektor Undip di kawasan kampus Pleburan Undip, Semarang, Kamis (15/11/2012) petang hingga malam hari.

Menurut Sudharto para mahasiswa tersebut tidak hanya sekadar menyanyi dalam perlombaan tingkat internasional, tetapi kehadiran mereka juga sebagai bentuk promosi Undip di mata dunia.

"Saya memandang mereka bukan hanya tim paduan suara semata, tetapi mereka adalah tim budaya yang memperkenalkan Undip dan Indonesia ke dunia internasional," kata Sudharto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X