Bom Poso Menggunakan Pengatur Waktu - Kompas.com

Bom Poso Menggunakan Pengatur Waktu

Kompas.com - 22/10/2012, 13:53 WIB

PALU, KOMPAS.com — Kepala Humas Polda Sulteng AKBP Soemarno menyatakan, ledakan bom yang terjadi pada Senin (22/10/2012) pagi sekitar pukul 06.15 WITA di pos lalu lintas dekat SMA Kristen, Kelurahan Kasintuvu, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menggunakan timer atau pengatur waktu.

Menurutnya, bom timer yang dipasang di belakang pos polisi itu sebagai bentuk teror yang ditujukan kepada masyarakat dan juga polisi. Pelaku menggunakan rangkaian bom dengan menggunakan handphone dan sejumlah rangkaian kabel.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bom meledak di pos polisi lalu lintas di Poso, Senin (22/10/2012) pagi. Ledakan bom mengakibatkan seorang anggota polisi lalu lintas Bripda Rusliadi dan seorang satpam Bank Rakyat Indonesia, Muhammad Akbar, terluka.

Kepala Polres Poso Ajun Komisaris Besar Eko Santoso mengatakan, bom tersebut meledak dua kali. "Kejadian sekitar pukul 06.15, bertempat di pos lalu lintas. Ledakan bom terjadi sebanyak dua kali," ujar Eko saat dihubungi dari Jakarta, Senin pagi.

Soemarno menambahkan, Bripda Rusliadi dan Muhamad Akbar saat ini dibawa ke rumah sakit Poso. Kondisinya tidak terlalu parah. Mereka terkena serpihan bom di lengan, tangan, dan dibokong," tandas Soemarno, Senin ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorFarid Assifa
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

    Prabowo Galang Donasi, Gerindra Bantah Kehabisan Modal

    Nasional
    Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

    Pelapor Anggota DPR: Istri yang Lindungi Saat Ditendang, Dia dalam Pelukan Saya

    Megapolitan
    Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

    Polisi Tambah Jumlah Personel Pengamanan Sidang Aman Abdurrahman

    Megapolitan
    Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

    Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

    Megapolitan
    Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

    Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

    Megapolitan
    Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

    Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

    Megapolitan
    Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

    Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

    Nasional
    Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

    Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

    Internasional
    Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

    Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

    Megapolitan
    Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

    Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

    Regional
    Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

    Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

    Megapolitan
    Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

    Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

    Regional
    Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

    Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

    Nasional
    Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

    Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

    Edukasi
    Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

    Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

    Megapolitan

    Close Ads X