Car Free Day Ampuh Kurangi Pencemaran Udara Jakarta - Kompas.com

Car Free Day Ampuh Kurangi Pencemaran Udara Jakarta

Kompas.com - 21/09/2012, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau yang lebih dikenal dengan Car Free Day di Jakarta sudah dimulai sejak 23 Mei 2002. Di usianya yang mencapai satu dekade, warga diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam mengurangi aktivitas dengan menggunakan kendaraan bermotor.

"Dari pelaksanaan Car Free Day, dari tahun ke tahun sudah terjadi peningkatan kualitas udara dan penurunan pencemaran udara," kata Kepala Bidang Pelestarian dan Tata Lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Rusman Sagala di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (21/9/2012).

Hal tersebut dapat dilihat dari presentase penurunan konsentrasi pencemaran yang cukup signifikan pada parameter debu (PM-10), carbon monoksida (CO), nitrogen monoksida (NO), dan total hidrocarbon (THC).

Keempat parameter tersebut merupakan pencemaran primer yang bersumber dari kendaraan bermotor. Hasil presentase penurunan konsentrasi pencemar rata-rata untuk parameter debu hingga 201e yakni 34 persen untuk PM-10, 70 persen untuk CO, 78 persen untuk NO, dan 14 untuk THC.

Pelaksanaan Car Free Day di Jakarta ini untuk memenuhi amanat Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

"Mengingat pertumbuhan kendaraaan di Jakarta yang terus meningkat, maka diperlukan sebuah upaya pengendalian gas karbon yang dikeluarkan dari kendaraan," kata Rusman.

Sementara itu, seiring dengan dampak positif dari pelaksanaan program itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan Car Free Day tidak hanya di tingkat provinsi tapi juga di tiap wilayah Jakarta.

"Ini sudah digerakkan sejak 23 Mei 2012, Car Free Day di tingkat provinsi dilakukan setiap minggunya di Jalan Sudirman-Thamrin. Sementara itu Car Free Day di tingkat wilayah kota dilakukan sekali sebulan," kata Rusman.

Adapun tujuan utama diberlakukan Car Free Day ini antara lain untuk menginisiasi setiap individu masyarakat yang hendak bepergian untuk menggunakan kendaraan yang proporsional.

"Maksudnya kalau dekat tidak perlu pakai motor, cukup berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum, atau bersepeda," ujar Rusman.

 


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

Regional
Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

Nasional
Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

Edukasi
Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

Regional
KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

Nasional
Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

Regional
Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

Regional
Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

Edukasi
Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

Internasional
Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

Nasional
6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

Nasional
Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

Regional
Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

Edukasi
Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

Internasional
Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

Regional

Close Ads X