Kompas.com - 05/09/2012, 14:07 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi kembali menetapkan seorang tersangka dalam kasus kerusuhan di Kabupaten Sampang dua pekan lalu. Tersangka yang berinisial SP (25) ini ternyata juga terlibat pada kerusuhan sebelumnya akhir tahun lalu.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib SP yang tercatat sebagai warga Desa Omben, Kecamatan Sampang ini ditangkap saat operasi lapangan oleh gabungan Polda Jatim dan Polres Sampang kemarin sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Hilman, tersangka ternyata juga terlibat aktif dalam kerusuhan di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang akhir 2011 lalu.

''Tersangka ini adalah DPO polisi pada kasus kerusuhan sebelumnya,'' kata Hilman, Rabu (5/9/2012).

Bagi tersangka SP, pasal yang disangkakan adalah Pasal 170 KUHP tentang penrusakan, dan Pasal 187 KUHP tentang perencanaan perusakan, dengan ancaman 5-12 tahun penjara. Hukuman akan semakin berat jika ada korban jiwa.

Ditetapkannya status SP kali ini menambah jumlah tersangka pada kasus kerusuhan yang bermotif konflik aliran Syiah dan Sunny, serta dan dendam keluarga di pulau Garam itu. Sebelumnya, polisi juga menetapkan Rois yang tidak lain adalah saudara dari Tajul Muluk pimpinan kelompok Syiah.

''Berkas pemeriksaan Rois dalam minggu ini mungkin sudah dilimpahkan ke Polda Jatim,'' tambahnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X