Razia Tak Mempan, Barang Kedaluarsa Tetap Dijual

Kompas.com - 31/07/2012, 10:43 WIB
|
EditorPepih Nugraha

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Razia penertiban barang-barang kedaluarsa seperti makanan dan minuman instant, bumbu dapur, susu dan kosmetik yang membahayakan kesehatan konsumen, tampaknya tak banyak digubris para pedagang. Sejumlah toko dan kios di sejumlah pasar tradisional di Polewali Mandar, Sulawesi Barat tetap saja memajang barang-barang berbahaya di tengah barang lainnya di toko atau kios mereka.

Teguran keras sampai penyitaan barang kedaluarsa tak membuat efek jera, para pedagang tetap saja berjualan meski mereka tahu risikonya menkonsumsi barang kedaluarsa. Razia barang kedaluarsa yang dilakukan petugas dinas perindag dan Polisi Pamongpraja di semua pasar tradisional Polewali Mandar sejak awal hingga akhir Ramadhan mendatang.

Menemukan aneka jenis makanan, minuman, bumbu dapur termasuk kosmetik kedaluarsa yang mengancam kesehatan konsumen jika terlanjur dikonsumsi. Di pasar sentral Pekkabata Polewali Mandar yang paling ramai dikunjungi warga Polewali Mandar misalnya, razia yang digelar petugas selama hampir dua jam menemukan aneka makanan dan minuman instant termasuk bumbu dapur, sirup dan kosmetik berbahaya ditemukan dijajajkan para pedagang di etalase toko mereka bercampur barang lain.

Para pedagang yang kedapatan berjualan barang berbahaya tersebut berlasan tidak tahu menahu jika barang yang mereka pajang di toko sudah tidak layak konsumsi. Langkah penyitaan barang kadaluarsa dan teguran keras agar pedagang tak berani memajang barang tak layak konsumsi di toko atau kiosnya, tak banyak mendapat perhatian pedagang, buktinya sejumlah toko dan kios tetap saja berjualan.

Beberpa toko dan kios bahkan kedapatan untuk kesekian kalinya petugas menemukan barang tak layak jual di pajang di tempat jualan mereka. Kabag perlindungan konsumen Dinas Perindag Polewali Mandar, Syahruddin mengatakan, pedagang yang kedapatan berjualan barang berbahaya langsung disita barangnya dan pemiliknya diberi teguran keras.

"Kita sita barangnya dan pemiliknya diminta melapor ke Petugas Perindag setempat," ujar Syahruddin. Namun cara ini dinilai sejumlah pedagang dan konsumen tak banyak membuat efek jera bagi para pedagang nakal. Hanya karena alasan tak ingin rugi, barang berbahaya tetap dipajang di toko mereka di sela-sela barang lainnya untuk menipu konsumen yang tidak teliti berbelanja.

Sejumlah warga berharap petugas bisa bertindak tegas bukan hanya sekedar menyita barang-barang kadaluarsa yang kedapatan dijual pedagang, tapi juga bisa mencabut izin usaha mereka jika pemerintah serius melindungi kepentingan dan keselamatan konsumen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mari Bantu Risalianus, Bocah SD yang Harus Berkebun demi Hidupi Ayah dan Ibu yang Lumpuh

Mari Bantu Risalianus, Bocah SD yang Harus Berkebun demi Hidupi Ayah dan Ibu yang Lumpuh

Regional
Gubernur Sulsel Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

Gubernur Sulsel Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

Regional
Jenazah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng Tiba di Medan, Tangis Keluarga Pecah, Ayah Pingsan

Jenazah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng Tiba di Medan, Tangis Keluarga Pecah, Ayah Pingsan

Regional
Dilantik Jadi Bupati Tanah Bumbu Kalsel, Zairullah Azhar Fokus Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi

Dilantik Jadi Bupati Tanah Bumbu Kalsel, Zairullah Azhar Fokus Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi

Regional
Demi Konten TikTok, 4 Remaja Joget di Zebra Cross, Dipanggil Polisi Setelah Videonya Viral

Demi Konten TikTok, 4 Remaja Joget di Zebra Cross, Dipanggil Polisi Setelah Videonya Viral

Regional
Ridwan Kamil Lantik Lima Pasangan Kepala Daerah Pemenang Pilkada 2020

Ridwan Kamil Lantik Lima Pasangan Kepala Daerah Pemenang Pilkada 2020

Regional
Lansia di Kota Bandung Siap Ikut Vaksinasi, Ini Persyaratannya

Lansia di Kota Bandung Siap Ikut Vaksinasi, Ini Persyaratannya

Regional
Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi Massal Hari Kedua di Banten, Ini Sebabnya

Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi Massal Hari Kedua di Banten, Ini Sebabnya

Regional
125 Rumah di Kota Tegal Rusak Diterjang Puting Beliung

125 Rumah di Kota Tegal Rusak Diterjang Puting Beliung

Regional
Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulon Progo Disita

Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulon Progo Disita

Regional
Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Regional
Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Regional
Ibu Muji Kembali ke Rumah yang Terbakar demi Selamatkan Anaknya, tapi Keduanya Tak Pernah Keluar

Ibu Muji Kembali ke Rumah yang Terbakar demi Selamatkan Anaknya, tapi Keduanya Tak Pernah Keluar

Regional
Lantik 17 Kepala Daerah di Jateng, Ganjar: Jabatan Ini Mandat, Tuannya Rakyat

Lantik 17 Kepala Daerah di Jateng, Ganjar: Jabatan Ini Mandat, Tuannya Rakyat

Regional
Dipanggil KPK Jelang Hari Pelantikan, Bupati Semarang Minta Penjadwalan Ulang

Dipanggil KPK Jelang Hari Pelantikan, Bupati Semarang Minta Penjadwalan Ulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X