Pengungsi Bentrok Ambon Demo Wali Kota

Kompas.com - 21/05/2012, 16:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan korban pengungsi bentrok Ambon 11 September 2011, Senin (21/5/2012) mendatangi Kantor Wali Kota Ambon menuntut Pemerintah Kota Ambon menyelesaikan hak–hak pengungsi yang belum diselesaikan.

Dalam aksinya, pengungsi membawa spanduk dan sejumlah pamflet berisi kecaman terhadap penyelesaian pengungsi yang dinilai merugikan. Para pengungsi pun meminta Pemkot Ambon segera membayar angsuran pembangunan rumah pengungsi tahap ke III dan tahap IV yang hingga kini belum diselesaikan.

“Kami minta Pemkot segera merealisasikan seluruh hak–hak kami sebagai pengungsi dengan terbuka tanpa harus memberikan alas an yang bertele–tele,” ungkap Koordinator Aksi, Murni Kaimudin.

Dalam orasinya pengungsi juga mempertanyakan pemberian biaya kontrak selama satu tahun bagi korban pengungsi yang hingga kini belum juga diserahkan. Selain itu pengungsi juga menuntut Pemkot segera merealisasi ganti rugi tempat-tempat usaha warga yang terbakar saat bentrokan terjadi. “Pemkot telah berjanji akan memberikan hak-hak kami sebagai pengungsi, namun hingga saat ini hal itu belum juga ditepati,” kata Kaimudin disambut yel-yel pengungsi lainnya.

Pengungsi mengancam akan menggelar aksi yang sama dengan jumlah masa yang lebih besar lagi, jika Pemkot tetap mengbaikan hak-hak mereka sebagai korban pengungsi. ”Apabila tuntutan kami tidak diindahkan, hingga akhir mei 2012, maka kami akan melakukan hal yang sama saat pelaksanaan MTQ nanti,” ancam pendemo lainnya.

Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru dan Kepala Posko Pengungsi Kota Ambon, Yn Haumase saat menerima perwakilan pengungsi berjanji akan menindaklanjuti tuntutan pengungsi dan akan segera menyelesaikan seluruh hak – hak pengungsi sebelum bulan juni mendatang. “Kita akan tindaklanjuti tuntutan saudara-saudara ke Menteri Perumahan Rakyat nanti, kami juga berjanji hak saudara-saudara akan segera diselesaikan akhir Mei nanti,” kata Latuheru.

Usai mendengarkan penjelasan Latuheru, para pendemo langsung membubarkan diri secara tertib.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.