E-KTP Banyak Kendala di Jabar

Kompas.com - 06/05/2012, 22:23 WIB
Penulis Dedi Muhtadi
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDUNG, KOMPAS.com- Pelaksanaan e-KTP sesuai dengan jumlah wajib kartu penduduk (KTP) di kabupaten/kota yang ada Jawa Barat sulit dipenuhi. Selain data ganda dan tidak dilaporkannya penduduk yang sudah meninggal, juga banyak warga menjadi tenaga kerja (TKI) di luar negeri.

Di Kabupaten Indramayu saja, sekitar 100.000 tenaga kerja wanita (TKW) bekerja di luar negeri. Walaupun demikian, pelaksanaan e-KTP Jabar tahap pertama yang berakhir 30 April 2012 di 11 kabupaten/kota sesuai jadwal.

"Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota, penyelesaian target e-KTP tercapai 78,29 persen," ujar Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Pemprov Jabar R. Ruddy Gandakusumah, Minggu (6/5/2012) di Bandung.

Menurut Ruddy, empat daerah tidak berhasil meraih target, yakni Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Depok, dan Kabupaten Cirebon. Pasalnya, alat e-KTP yang dipinjamkan sesuai kesepakatan, tidak dikembalikan oleh pihak konsorsium.

Sementara itu, di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, banyak warga tidak datang untuk melakukan perekaman foto, tanda tangan, sidik jari, dan iris.

"Sehari kami targetkan 150 penduduk dari Kelurahan Citarum, namun yang datang tidak sampai 50 orang," ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Bandung Wetan Riri Iswandari Jumat lalu.

Untuk mengefisienkan perekaman, pihak kecamatan segera meminta sejumlah rukun warga di Kelurahan Tamansari mendatangkan warganya ke kantor kecamatan. Kelurahan Tamansari dikenal sebagai perkampungan padat di tengah Kota Bandung. Sedangkan Kelurahan Citarum, merupakan daerah perkantoran, sekolah, dan factory outlet (FO) seperti kawasan Jl RE Martadinata.

Walaupun tidak mencapai target ideal 100 persen, Kabupaten Garut, Ciamis, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Kota Sukabumi, dan Kota Cirebon, sepakat bahwa pelaksanaan e-KTP di wilayah bersangkutan telah selesai sesuai jadwal.

Kabupaten Sumedang malah meraup target lebih dari 100 persen, karena kabupaten ini mendapat penduduk tambahan. Di antaranya berasal dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Yon 301 serta mahasiswa yang berdomisili di Jatinangor.

Sejak awal, perkembangan pelaksanaan e-KTP tahap pertama ini dilaporkan oleh Pemprov Jabar ke Depdagri setiap minggu. Pelaksanaan e-KTP tahap kedua yang dijadwalkan selesai 30 Oktober 2012 di 15 kabupaten/kota masih menghadapi kendala.

Ke-15 daerah itu yakni Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, Kuningan, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Bandung Barat, Kota Bogor, Bandung, Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

"Masih ada alat yang belum diterima serta belum sampainya jaringan di sejumlah kecamatan. Padahal, setiap kecamatan telah diberikan masing-masing 2 unit komputer untuk keperluan ini," tambah Ruddy.

Pihak konsorsi um diminta segera melengkapinya, terutama bagi k abupaten/kota yang memiliki jumlah wajib KTP tinggi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X