Terlambat Mengurus E-KTP, Kena Biaya - Kompas.com

Terlambat Mengurus E-KTP, Kena Biaya

Kompas.com - 19/04/2012, 11:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com- Sejumlah warga di Kota Semarang, Jawa Tengah, mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota Semarang, yang akan mengenakan biaya bagi warga yang terlambat mengurus kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

"Warga yang terlambat atau belum mengurus kartu tanda penduduk elektronik sampai batas waktunya, kabarnya kalau mengurus secara susulan akan dikenai biaya Rp 60.000 Rp 70.000 per orang," ujar Petrus, warga Kelurahan Sampangan, Semarang, Kamis (19/4/2012).

Pengurus RT 04 RW 04 Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Sudarto juga mengabarkan, pihaknya kini gencar melakukan sosialisasi ke warga supaya tidak terlambat mengurus E-KTP. Setiap warga nantinya akan memperoleh surat undangan supaya hadir ke kenator kecamatan setempat.

Dalam surat undangan itu, tertera jelas kapan waktunya mengurus E-KTP berikut jam pendataan terhadap warga yang bersangkutan. Bila sesuai jadwal warga ternyata berhalangan, kalau mengurus lagi akan dikenai biaya.

Beberapa warga menyatakan, mengingat proses pendataan setiap warga dalam hal mengurus E-KTP sampai Oktober 2012, sebaiknya pemkot memberi toleransi waktu. Tidak serta merta dikenai denda mengingat anggota keluarga ada yang di luar kota, seperti bekerja, mahasiswa maupun berhalangan karena ada tugas kantor ke luar kota.


EditorMarcus Suprihadi

Terkini Lainnya

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional

Close Ads X