Warga Bengkayang Masih Sandera Alat Berat Perkebunan

Kompas.com - 10/04/2012, 17:09 WIB
Penulis Agus Mulyadi
|
EditorAgus Mulyadi

PONTIANAK, KOMPAS.com — Warga Desa Semunying Jaya, Bengkayang, Kalimantan Barat, masih menyandera sejumlah alat berat milik PT Ledo Lestari. Mereka menuntut pihak perkebunan menghentikan pengembangan perkebunan sawit di tanah adat masyarakat setempat.

"Hingga saat ini, warga kami masih menyandera beberapa alat berat dan fasilitas kantor milik PT Ledo Lestari," kata Sekretaris Desa Semunying Jaya Abu Lipah (45) saat dihubungi di Bengkayang, Selasa (10/4/2012).

Abu menjelaskan, penyanderaan alat berat dan beberapa fasilitas kantor milik PT Ledo Lestari baru akan dihentikan ketika pihak perusahaan menyetujui tuntutan warga, yakni menghentikan pembabatan dan menghijaukan kembali hutan adat itu.

"Hingga saat ini belum ada niat baik dari pihak perkebunan. Malah para pengambil kebijakan sudah tidak ada di tempat," ujar Abu.

Menurut dia, aksi penyegelan atau penyanderaan oleh warga desanya sejak Senin (2/4/2012) hingga sekarang itu merupakan dampak dari kekesalan warga atas arogansi PT Ledo Lestari.

"Sudah jelas lahan itu termasuk hutan adat yang telah diperkuat oleh keputusan Bupati Bengkayang serta Dirjen Kehutanan, tetapi mereka tetap membabat hutan kami yang sudah dipelihara sejak nenek moyang kami," tuturnya.

Ia menambahkan, dahulu sebelum perusahaan perkebunan masuk, hutan adat seluas 1.420 hektar itu merupakan hutan perawan, tetapi kini sudah berubah menjadi perkebunan sawit. Tinggal sekitar 40 hektar yang belum ditebang.

Abu menyatakan, aksi penyanderaan akan terus berlanjut hingga pihak PT Ledo Lestari membebaskan lahan hutan adat tersebut.

"Kami akan terus merebut hutan adat kami yang telah dirampas oleh PT Ledo Lestari," ungkapnya.

"Alat berat milik PT Ledo Lestari yang disandera warga Desa Semunying Jaya di antaranya 3 eskavator, 3 truk, 1 buldoser, 2 gergaji mesin, dan 3 kendaraan roda dua, dan lahan pembibitan," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X