Belasan Warga Yogyakarta Diserang Tomcat

Kompas.com - 22/03/2012, 16:27 WIB
EditorTri Wahono

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Serangga jenis tomcat diduga menjadi penyebab penyakit gatal-gatal kulit sejumlah warga di RT 48 RW 07 Celeban Baru Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta.

Sebanyak 12 warga dari 9 kepala keluarga yang tinggal di Gang Sidorukun mengalami penyakit kulit yang cirinya sama dengan penyakit kulit yang disebabkan serangga tomcat.

"Awalnya perih, panas lama-lama seperti gosong. Saya, suami, dan dua anak mengalami hal yang sama," kata Masriati (32), salah seorang warga setempat, Rabu (21/3/2012) kemarin. Ia mengatakan, sejak seminggu kemarin keluarganya mengalami penyakit kulit tersebut.

Menurut dia, serangga tersebut sering muncul saat malam hari. "Suka mengerumuni lampu. Jumlahnya banyak sekali," katanya.

Setelah ada kejadian warga terserang penyakit kulit tersebut, beberapa warga melapor Ke Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

"Dari ciri-ciri serangga memang seperti tomcat," ucap Petugas dari Bidang Pertanian Disperindagkoptan Dhoto Dewandono sambil memasukkan serangga berukuran lebih kurang 1 centimeter ke dalam plastik.

Serangga berwarna hitam dan merah itu oleh petugas akan dibawa ke ahli serangga untuk dilakukan penelitian. "Nanti untuk memastikan penanganannya," jelasnya.

Di depan rumah tempat warga terserang penyakit kulit terdapat sawah.

Menurut Ketua RW setempat, Sadimin, jika musim tanam padi hingga panen warga sering terserang penyakit kulit tersebut.

"Awalnya kami pikir karena tidak cocok airnya. Ternyata karena serangan hewan itu yang memang banyak muncul saat musim tanam padi," katanya. (Rina Eviana Dewi)

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

    Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

    Regional
    Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

    Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

    Regional
    Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

    Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

    Regional
    7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

    7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

    Regional
    Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

    Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

    Regional
    Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

    Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

    Regional
    Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

    Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

    Regional
    Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

    Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

    Regional
    BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

    BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

    Regional
    Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

    Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

    Regional
    28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

    28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

    Regional
    Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

    Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

    Regional
    Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

    Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

    Regional
    Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

    Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

    Regional
    4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

    4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X